Aceh Selatan Butuh Politik Realistis Bukan Politik Balas Dendam !!!

by

 

[Foto : aktivis IMM Asel Fathayatul Ahmad]
ADVOKASIRAKYAT.COM | ACEH SELATAN – Suhu politik di Aceh Selatan semakin memanas pasca selesainya beberapa tahapan-tahapan syarat administrasi yang dilakukan oleh tujuh pasangan balon.

Ini dapat dibuktikan dengan banyaknya akun facebook tim relawan yang memuat status menyorot dan menyudutkan rivalnya dalam beraneka ragam bahasa politik yang dituliskan.

Melihat dari suhu politik pada pilkada serentak tahun 2016 dan belajar dari kegaduhan politik di berbagai daerah yang telah mengarah berbau SARA, berpotensi konflik, intrik-intrik, intimidasi dan menjadi tontonan yang tidak mendidik bagi warga masyarakat, sehinga diperlukan prilaku politik dari para pemangku kepentingan seperti Tim Relawan/pemenangan, simpatisan dan sayap pendukung parpol dan elit parpol untuk berpolitik secara logis.

Dalam berstatemant, santun dalam moral dan cerdas dalam memilih agar terhindar dari manuver kegaduhan, kontra politis demi mencapai puncak popularitas, mencari kesempatan mengatasnakan rakyat demi pencitraan serta meramu black campaign dan opini politik kosong.

Putra daerah Aceh Selatan dan juga aktivis IMM Aceh Selatan Fathayatul Ahmad menyampaikan bahwa konteks seperti ini, urgensi politik logis, santun dan cerdas jelang pilbub Aceh selatan 2018 perlu dihidangkan kepada masyarakat sehingga terciptanya pendidikan politik realistis yang jauh dari intrik-intrik yang dapat merugikan masyarakat.

“Pendidikan politik realistis adalah pendidikan politik cerdas dan bermartabat, bukan politik yang melahirkan kontra dan balas dendam yang berkepanjangan,” Tegasnya.

“Namun perlu diingat bahwa berpolitik membukakan pintu gerbang dalam mensejahterakan masyarakat bukan menjerumuskan masyarakat ke lembah kesengajaan,” timpalnya.

Perang status fb jelang pilbub 2018 sudah mulai marak. Di sejumlah akun asli maupun palsu tim pemenangan dan relawan masing-masing bakal calon mulai bertebaran di dunia maya, ada menanggapinya dengan like dan ada juga sampai berdebat atau perang bahasa.

Senada dengan itu Ridha utama selaku penggiat facebook dan juga masyarkat aceh selatan mengatakan, jika perang status fb menerus berlangsung tanpa adanya pengawasan atau semacam antisipasi dari pihak berwajib maka tidak tertutup kemungkinan suhu politik semakin panas dan bisa berdampak anarkis,

“Ini wajib segera diantisipasi tanpa ada kelalaian bagi kita,” harapnya.

Sambungnya, sekarang ini undang undang IT sudah ada, kita kembalikan ke sana. Yang terpenting kita masyarakat sipil perlu mengawal oknum oknum yang tak bertanggungjawab dan menyalahgunakan IT sebagai alat untuk kepentingan politik busuk,” tegas Ridha.[*]

Leave a Reply