ADA : Apresian Walikota Langsa Tanam Bungoeng Jeumpa

 

ADVOKASIRAKYAT.COM | LANGSA – Di bawah kepemimpinan Usman Abdullah (Toke Seum) sudah memperlihatkan banyak perubahan dari berbagai aspek, peningkatan sarana dan pra sarana, penertiban pasar, pelayanan kesehatan dan keindahan lingkungan bahkan Kota Langsa mendapat predikat Adipura. Disamping prestasi yang dicapai diatas, Walikota Langsa Usman Abdullah sangat mencintai budaya dan sejarah Aceh, bukti dari kecintaan tersebut Walikota Langsa yakni dengan menanam ‘Bungoeng Jeumpa’ di lapangan Merdeka Kota Langsa, sebut Sekretaris Asosiasi Dosen Aceh (ADA) Armansyah B Pulo, M.Pd.I.

Bungong Jeumpa adalah icon dan identitas Ke-acehan,  Ketika menyebut Aceh maka setiap orang akan mengingat ‘Bungong Jeumpa’. Aceh kaya dengan sejarah sekaligus kaya dengan budaya. Tapi saat ini, sejarah, budaya dan tradisi ke-Acehan berangsur-angsur redup dalam era modern. Karena itu, “saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Walikota Langsa yang telah menanam Bungong Jeumpa di lapangan merdeka Langsa, ini bentuk dari kepeduliaan  pada sejarah Aceh”.

Kita sebagai warga Kota Langsa sudah seharusnya memberikan Apresiasi dan dukungan yang tinggi kepada Walikota Langsa telah menjaga dan merawat icon Aceh, dan seyoggianya kita juga harus mencontoh dan ikut serta menanam dan membudidayakan  ‘Bungong Jeumpa’. “ Saya kira daerah lain di Aceh harus menanam Bungong Jeumpa supaya generasi dan putra-putri Aceh berikutnya mengetahui Bungong Jeumpa, tidak hanya didengar lagunya saja akan tetapi faktanya sudah punah”, kata Armansyah B Pulo.

Merawat dan menjaga budaya dan tradisi Aceh itu sangat penting, bangsa yang besar adalah bangsa yang menjaga sejarah dan budayanya. Seperti yang dikatakan “founding father Indonesia Soekarno “Jas Merah” (jangan sekali-kali melupakan sejarah). Siapa lagi yang akan menjaga sejarah dan budaya Aceh jika bukan orang Aceh itu sendiri. Jadi, “apa yang dilakukan oleh Walikota Langsa adalah bentuk nyata dari menghargai dan kecintaan pada Sejarah dan Budaya Aceh”. Memang kedengarannya sederhana hanya menanam Bungong Jeumpa, tapi ini mengambarkan sebuah bangunan sejarah Aceh yang megah. Terlihat sederhana tapi nilai sejarah begitu tinggi.

Jika sejarah dan budaya Aceh dieksplorasi kembali dan ditulis secara Akademis, maka daerah Aceh akan menjadi destinasi Wisata, baik Wisatawan Domestik maupun manca Negara, dan pada Akhirnya, Akan meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan ekonomi masyarakat akan tumbuh.  Aceh harus memiliki ciri khas dan mempunyai warna tersendiri sebagai sebuah identitas sejarah sehingga ada perbedaan daerah Aceh dengan daerah lainnya, Tutup Armasyah B Pulo, M.Pd.I, yang juga Dosen IAIN Zawiyah Cot Kalla.

Facebook Comments

loading…


banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: