Akhir Masa Jabatan, Bupati Aceh Selatan Lantik 96 Pejabat Eselon

by

ADVOKSIRAKYAT. COM | ACEH SELATAN -Menjelang akhir masa jabatannya, Bupati H.T Sama Indra, SH melantik pejabat struktural eselon II, III  dan IV, di lingkup Pemerintah Aceh Selatan.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap pejabat eselon berlangsung di Gedung Agam, Jalan Nyak Adam Kamil, Gampong Hilir, Tapaktuan, Selasa (13/02/2018).

Acara tersebut turut dihadiri Sekdakab H. Nasjudin SH.MM, Asisten I Erwin yandi. S.sos.MSi, Asisten II H. Zaini Bakri. Sos.MM, Asisten III, Ir. H. Said Azhar, dan para kepala SKPK serta undangan lainnya.

Diketahui, pejabat eselon yang berkeduduk jabatan struktural di Pemda Aceh Selatan sebanyak sejumlah 96 orang terdiri dari 2 orang esallon II,  32 orang esallon III, dan 62 orang Esallon IV.

Dalam sambutan yang disampaikan Bupati Aceh Selatan H.T Sama Indra bahwa kegiatan hari ini merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dari penyelenggaraan program mutasi dan promosi bagi aparatur pemerintah yang dianggap mampu menduduki jabatan tertentu.

Lanjutnya, dengan berbagai alasan dan pertimbangan objektif serta tetap mengacu kepada norma kepegawaian sesuai  ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat eselon hari ini merupakan upaya penyegaran dan mengisi kekosongan jabatan, tentunya dengan harapan pejabat yang baru dilantik akan mampu mewujudkan efektifitas dan peningkatan kinerja satuan kerja perangkat daerah,” katanya.

“Pelantikan dan penugasan saudara-saudara semua di dasarkan persyaratan, kompetensi dan kelayakan serta kepercayaan pimpinan dan tidak terlepas semata-mata atas izin dan kehendak Allah SWT, karena tanpa izin dan ridho-nya manusia tidak akan kuasa atas apapun,” lanjutnya.

Selain itu, ia menuntut penjabat yang baru dilantik memiliki loyalitas dalam arti yang positif, Karena tanpa loyalitas sulit dapat mewujudkan tim kerja yang kompak, solid, terpadu dan kuat. Akibatnya kinerja pemerintah daerah  tidak akan optimal.

Perlu disadari, sambungnya, jabatan bukanlah hak tetapi kepercayaan dari pimpinan dan sebuah  amanah, tentu dalam menjalankan tugas akan ada evaluasi.

“Jika memiliki kinerja dan loyalitas baik, maka layak kariernya dipertahankan dan ditingkatkan, tetapi jika sebaliknya dan tidak membawa kemajuan untuk unit kerjanya, pimpinan berhak melakukan rotasi, mutasi ataupun penggantian demi kepentingan organisasi,” ungkapnya.

Dihadapan pejabat eselon yang dilantik serta undangan yang hadir, Bupati mengungkapkan, sebagai pimpinan harus siap bekerja keras dan siap mewujudkan layanan terbaik pada masyarakat bukan sebaliknya menuntut fasilitas dan minta dilayani.

“Jauhkan diri dari sifat-sifat sombong, angkuh dan merasa berkuasa, karena sesungguhnya seorang pejabat adalah penanggung resiko,” terangnya.

Maka dari itu, H.T.Sama Indra mengharapkan dalam bekerja hendaknya berwawasan jauh ke depan, kreatif, inovatif, kaya ide/gagasan, buatlah program dan kegiatan nyata yang berguna atau langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat/lingkungan kita, tidak sekedar teori dan retorika semata, namun  harus ada implementasi  yang nyata.

“Setelah dilantiknya saudara untuk menduduki jabatan tertentu, maka saudara dituntut untuk meningkatkan kinerja lebih baik, melaksanakan tugas pokok dan fungsi organisasi baik secara vertikal kepada atasan atau bawahan, dan secara horizontal dengan mitra kerja dibidang lainnya, sehingga akan meminimalisir adanya program dan kegiatan yang bersifat sektoral,” harapnya.

Ia menambahkan, penjabat yang mempunyai tupoksi terutama yang berhubungan secara langsung dalam pelayanan publik, maka dituntut untuk mampu mengembangkan komunikasi publik yang baik sebagai bagian dari pelayanan prima, dengan kerja keras, ikhlas, dan tuntas yang akan menjadi modal yang baik dalam upaya pencitraan pelayanan yang prima bagi masyarakat sesuai dengan tujuan utama birokrasi.

“Saya mengingatkan, pentingnya menjaga sikap dan moralitas kita sebagai aparatur pemerintah. Jadikan sumpah jabatan yang telah diucapkan dan ditandatangani itu, sebagai landasan berpijak sekaligus rambu-rambu  untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan koridor hukum  dan norma yang berlaku,” tutup H.T Sama Indra.SH.[Haes/FA]

Leave a Reply