Anak Buah Nazaruddin Rugikan Negara Rp. 7 Miliyar

by

Jaksa Penuntut Umum KPK telah mendakwa anak buah Muhammad Nazaruddin Selaku Direktur I PT Mahkota Negara, Marisi Matondang di nyatakan telah merekayasa proses pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Pendidikan dan Pariwisata di Universitas Udayana.

Marisi diduga telah memberikan keuntungan untuk perusahaannya sebanyak Rp 5,4 miliar dan merugikan negara Rp 7 miliar dari proyek senilai Rp 18,5 miliar.

“Mendakwa Marisi Matondang telah merugikan negara setidak-tidaknya Rp 7 miliar,” Kata Ronald Ferdinand Morotkan Selaku Jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (8/5/2017).

Ferdinan menjelaskan, terdakwa Marisi Matondang bersama rekannya yaitu Made Maregawa dan Muhammad Nazaruddin telah melakukan ikut serta melakukan perlawanan terhadap hukum.

Marisi Matondang terbukti telah mempengaruhi Made sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), agar memenangkan perusahaannya dalam proses tender reoyek pengadaan alkes tersebut.

Anak Perusahaan milik Nazaruddin ini, mengatur pengadaan mulai dari penyusunan surat harga penawaran (SHP) dari sejumlah perusahaan yang sengaja diikutsertakan, hingga ke penyusunan harga perkiraan sendiri (HPS).

Proses evaluasi penawaran dan berita acara serah terima juga dibuat fiktif agar anggaran dapat cair.

Pengaturan ini sudah dimulai sejak sekitar Januari 2009. Muhammad Nazaruddin dan perusahaan di bawah kendalinya itu, mengusahakan sejumlah perusahaannya untuk bisa ikut tender.

Sejumlah tim yang dibentuk Nazaruddin kemudian berkomunikasi dengan pihak Universitas Udayana Made Maregawa dan I Dewa Putu Sutjana selaku Pembantu Rektor Universitas Udayana. Spesifikasi dan vendor penyuplai mulai disusun setelah pengadaan alat kesehatan masuk ke dalam anggaran.

Made menyusun HPS berdasarkan spesifikasi agar mengarah ke vendor tertentu. Vendor yang disebutkan dalam dakwaan sudah menjadi rekanan perusahaan Marisi. Dalam proses tender, Marisi meminjam sejumlah perusahaan untuk diikutsertakan dalam lelang.

“Terdakwa menyarankan kepada Muhammad Nazaruddin agar nantinya perusahaan yang ditetapkan sebagai pemenang adalah PT Mahkota Negara,” kata Jaksa KPK.

Sanggahan hasil lelang dilayangkan sejumlah perusahaan. Namun Made menyatakan proses lelang sudah sesuai prosedur.

Perusahaan Marisi juga telah mendatangkan barang yang dibelinya dengan diskon hingga 40 persen dalam proses pengadaan. Padahal perusahaan Marisi tidak memiliki barang yang dibutuhkan RS Universitas Udayana.

Anak buah Muhammad Nazaruddin itu didakwa KPK melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3, jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(mz)

Leave a Reply