GAP : Pemudik Wajib Mematuhi Peraturan Perjalanan

Banda Aceh – Penghujung Ramadhan ini, ada tradisi yang telah mengakar dalam kebudayaan kita di Nusantara. Konon Mudik tradisi pulang kampung yang paling dinantikan. Namun dalam perjalanan banyak para pemudik yang menjadi korban laka lantas yang terjadi. Hal ini merupakan hal yang tidak semestinya terjadi dan semua kita pasti tidak menginginkan nya.

Ketua LSM Generasi Aceh Peduli (GAP) Burhanuddin Khari, S. Pd. I, MA mengungkapkan bahwa mudik jika ditinjau dalam kaca Islam, jika diniatkan untuk melakukan perjalanan dalam rangka bersilaturrahim dengan sanak famili akan mendapatkan pahala disisi Allah swt. Namun niat itu mesti dibarengi dengan adab dan etika dalam perjalanan (safar). Di mulai dari keluar rumah, do’a naik kendaraan, di dalam perjalanan, ketika singgah disuatu tempat hingga tiba ditempat tujuan.

“Jika hal itu dilakukan dengan baik, maka perjalanan mudik akan menjadi sebuah aktivitas ‘ibadah yang mendapatkan keridhaan Allah swt,” ucapnya

“Ketika kita keluar dari rumah hendaklah membaca do’a “_Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, Lahaula walaquwwata illa billah”_ Do’a naik kendaraan darat “Subhanalladzi sakharana hadza wama kunna lahu muqrinina wainna ila rabbina lamunqalibun,” imbuhnya

“Di dalam perjalanan disaat mendaki hendaklah mengucapkan takbir, disaat menurun hendaklah mengucapkan Subhanllah. Kemudian ketika sudah tibake tempat tujuan membaca Alhamdulillah dan do’a “Rabbi Anzilni Munzilan Mubarakan Waanta khairul Munzilin,” katanya

“Bagi mereka yang safar Allah berikan kemudahan untuk membatalkan puasanya? Apabila tidak sanggup berpuasa dalam safar. Shalat boleh diqasar (ringkas, yg 4 rakaat jadi 2 rakaat) dan dijamak (Menggabungk dua waktu shalat: jamak takdim ‘ashar ke zuhur, jamak takhir zuhur ke ‘ashar). Jika pemudik berkelompok maka diwajibkan untuk memilih pemimpin safar salah satu dari pemudik,” ujarnya

Itulah beberapa ‘adab sederhana yang diharuskan pemudik memperhatikan nya. Karena melakukan perjalanan merupakan suatu akvitas yang melibatkan fisik, maka Islam memberikan pedoman untuk itu.

“Maka kami dari Generasi Aceh Peduli mengimbau agar pemudik mematuhi ‘adab-‘adab perjalanan (safar) sebagaimana yang telah kami sebutkan diatas. Selain itu pemudik juga harus mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta berhati dalam perjalanan. Apabila sudah mengantuk bagi supir (pengemudi) maka segera hentikan perjalanan nya lakukan Istirahat untuk tidur sementara waktu,” tutupnya

Pada akhirnya kami mengucapkan Selamat mudik dan sampai tujuan. Serta dalam momentum ‘Idul Fitri ini Generasi Aceh Peduli juga mengucapkan: taqabballahu minna waminkum, Siyamana wasiyamukum. Mohon maaf lahir dan bathin.
Selamat hari raya Idul fitri 1438 H.

Facebook Comments

loading…


banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: