GARDA NKRI Sumatera Selatan dan BEM FISIP Universitas Baturaja Serahkan Bantuan Untuk Korban Longsor

oleh

ADVOKASIRAKYAT.COM | GARDA NKRI Sumatera Selatan dan BEM FISIP Universitas Baturaja menyalurkan bantuan hasil penggalangan dana kepada korban longsor di Desa Sadau, Kecamatan Sungai Are, OKU Selatan, Kamis 16 November 2017.

Bantuan ini dihimpun dari pengguna jalan yang melintas di Simpang Air Paoh dan Pasar serta DPP GARDA NKRI, selama dua hari sejak senin 13 November hingga Selasa 14 November 2017 dengan jumlah Rp. 3.200.000 yang kemudian disalurkan dalam bentuk barang diantaranya susu, dan beras.

“Kita mengumpulkan dana dari pengguna jalan dan telah kita salurkan dalam bentuk barang diantaranya mie instan, susu, gula dan beras, serta sejumlah uang,” kata Erlangga Citra Valentino ketua Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP UNBARA, usai menyerahkan bantuan di posko korban kebakaran.

Dirinya berharap bantuan masyarakat yang disalurkan melalui GARDA NKRI Sumatera Selatan dan BEM FISIP Universitas Baturaja agar dapat bermanfaat dan meringankan beban dari para korban longsor, untuk itu dirinya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu saudara kita yang terkena musibah.

“Semoga dapat bermanfaat dan meringankan beban, dan terimakasih banyak untuk seluruh elemen masyarakat OKU atas bantuannya,” ucapnya.

Sedangkan di dalam kesempatan yang sama Ketua Garda NKRI SUMSEL Ema Ratna Sari, SE akan mengupayakan untuk memberi bantuan pendidikan selama tiga bulan ke depan. Bantuan pendidikan itu, bersumber dari Garda NKRI Sumsel untuk juwita, Pelajar kelas 5 SD warga Desa Sadau Kabupaten OKU Selatan. “Juwita ini salah satu korban yang selamat, ” ujar Ema Ratna Sari, ketua Garda NKRI Sumsel, kemarin (16/11).

Sedikit diceritakannya, Juwita merupakan anggota keluarga yang tinggal di desa Sadau namun saat bencana terjadi. Juwita dan kakaknya selamat. Sementara, lima saudara bersama kedua orangtuanya, tewas dalam musibah itu. “Jadi kami bersimpati untuk membantunya, ” katanya.

Ide bantuan pendidikan itu muncul, saat gabungan pemuda, mahasiswa dan Garda NKRI Sumsel menyerahkan bantuan dari hasil penggalangan dana selama dua hari. Bantuan yang disampaikan Kamis kemarin, berupa “Dana dengan sembako, ” katanya.
Menurut dia, sembako yang diberikan sesuai dengan kebutuhan korban bencana. Selain itu, pembagiannya juga bisa lebih merata. Sembako yang dimaksud, terdiri dari Mie Instan , gula, susu, roti dan lainnya. Kebutuhan semacam ini, lebih berarti. “Kami juga selalu koordinasi dengan relawan di lokasi bencana, ” jelasnya.

Awalnya, aksi solidaritas yang tergabungan dari DPD GARDA NKRI Sumsel, BEM FISIP UNBARA, FOKKERMAPI, dan HIMABING Unbara, akan melakukan penggalangan dalam kurun waktu satu minggu.

Namun, melihat adanya aksi serupa dari gabungan mahasiswa lain. Maka aksi penggalangan dana tersebut, selesai lebih awal dari jadwal. “Sedapatnya bantuan, kami saluran. Karena nanti juga, ada bantuan susulan dari rekan lainnya, “pungkasnya.

Facebook Comments

loading...

Tinggalkan Balasan