Jangan Rampas Hak Mereka

by

ADVOKASIRAKYAT.COM | Ketika hujan mereka duduk merenungi nasib tubuh membasahi saat tidur ,hati teringat pada mereka yang rumahnya tidak layak dihuni,mereka mempuyai hak dari negara tapi hak nya di rampas dan di perjual-belikan oleh oknum.Apakah ini kezhaliman atau memang negeri ini dalam masa transisi?.(09/09/2018)

Dalam keseharian,selayaknya pemimpin turun dalam masyarakat melihat kondisi yang huru-hara.Makan saja tidak ada,apalagi lapangan kerja untuk menafkahi keluarga sehingga mareka tinggal di rumah yang tidak layak.Namun,kepasrahan mereka dalam perjuangan membuat hati kuat dan berfikir.Kenapa ini masih ada?padahal kita daerah otonomi.Padahal permainan oknum membuat yang miskin makin menderita setiap ajuan atas nama rakyat.Apakah ini keadikan sosial atau kepentingan pribadi?.

Apabila moral oknum pemimpin beserta tim sukses bayak permainan dalam membagun perubahan untuk rakyat sengsara.Sampai kapanpun tidak akan selesai persoalan sosial dalam masyarakat.Karena,tanpa keikhlasan dan pertimbangan untuk membantu,maka semua sama membuat ke zaliman muslihat atas nama rakyat.

Bekerja ikhlas dan menuntaskan persoalan umat memang berat.Tapi,janganlah berbuat melebihi kata tiada dusta antara kita. Membagikan proyek sesama untuk merampaskan hak dan kewajiban rakyat yang masih tertindas.Sebenarnya keadilan bisa di wujudkan di tangan pemimpin baru. Namun,banyak campur tangan dan persoalan maka beginilah nasib sang duafa.

Melahirkan gagasan untuk perubahan itu tidak mudah dalam sistem.Dan perlu dukungan pada semua pemikir perubahan termasuk pemuda ,aktor politik, akademisi dan stekholder lainnya.Kini semua terpisahkan hanya ada sebuah nama untuk nama.

Negeri ini semua orang menanti perubahan. Maka kritikan adalah masukan menuju perubahan,bukan untuk dibungkam karena ada kekuasaan.Inilah nilai kepemimpinan masa depan yang harus di perjuangkan untul rakyat agar hak dan kewajibannya jangan di rampas oleh oknum kepentingan.

Semua yang kita pimpin pasti di pertanggung jawabkan.Maka, jalankan amanah rakyat sesuai aturan dan anjuran dalam alquran dan hadis.Hidup dalam kemewahan jangan rampas hak orang yang miskin.Tapi,layani mereka sebagai rakyat. Jangan bunuh mereka dengan perpolitikan balas jasa dan kembalikan modal.Karena mereka menanti harapan walau saat pilkada beda pilihan,ketika sudah jadi pemimpin jadilah insan pembawa keadilan tanpa keperpihakan.

Dalam hal ini antara hak dan kewajiban perlu prefesional dalam pelayanan,tatapan keadilan pemerintahan mimpi rakyat yang masih dalam keterpurukan.

Semoga wakil rakyat pemimpin rakyat selalu dalam lindungan rabbi agar persoalan di dalam masyarakat terselesaikan dan segenap elemen masyarakat, pemuda,mahasiswa harus mengawal roda pemerintahan di aceh ini.

Karya Azhari
Alumni SPMA Bireuen
Ketua Gerakan Pemuda Masyarakat

Leave a Reply