Jokowi Hadir ke Jember, Aliansi Mahasiswa Jember Keluarkan Koreksi Kepemimpinan Nasional

oleh

Ketua DPC Jember dari HMI, KAMMI , PMII , IMM ,.dan GMNi melakukan Konferensi Pers

 

ADVOKASIRAKYAT.COM | JEMBER – Rangkaian Kegiatan Jember Fashion Carnaval ( JFC ) sudah berlangsung sejak 4 Agustus kemarin sampai 13 Agustus besok, Ada Kids Carnival, JFC International Exhibition, Artwear Carnival, hingga puncaknya Grand Carnival.

Menurut informasi yang di dapat Media AdvokasiRakyat.com Presiden Jokowi akan menghadiri acara Grand Carnival tersebut.

Kehadiran Jokowi ke Jember pun banyak menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat Jember, Begitu juga dengan Sekelompok Mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Jember Menolak kehadiran presiden melalui pers rilis yang di tanda tangan oleh beberapa organisasi mahasiswa di antaranya PMII Jember, GMNI Jember, HMI Jember, IMAM Jember dan KAMMI Jember.

Dalam pers rilis yang berjudul Pernyataan Sikap Koreksi Kepemimpinan Nasional Aliansi Mahasiswa Jember mereka mengatakan :

” Membaca permasalahan politik, ekonomi , sosial, budaya dan segenab problem Nasional lainnya yang selama beberapa waktu terakhir silih berganti dalam periode kepemimpinan bapak presiden Jokowi dan bertepatan dengan rencana kehadiran presiden di kabupaten Jember dalam rangka menghadiri acara Jember Fashion Carnaval dan kunjungan ke beberapa perguruan tinggi juga beberapa pesantren yang ada di kabupaten Jember. Maka menjadi tanggung jawab ideologis bagi kami sebagai bagian kecil dari kelompok perubahan yang memiliki kewajiban menjadi jembatan penyambung keresahan Rakyat atas amanah Pemimpin yang dipilihnya yang membawa republik ini pada jalan yang lebih terang menuju cita-cita kemerdekaan publik.

Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa kepemimpinan Nasional dibawah presiden Jokowi menyandarkan cita-cita besar sebagai pondasi pijak sebagai bangsa yang ingin menuju pada suatu keadaan yang lebih baik. Berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan berkepribadian secara kebudayaan. Sebuah narasi politik yang amat terlampau jauh apabila kita menyaksikan secara seksama jalan timpang kepemimpinan presiden Jokowi selama lebih setengah periode ini. Sengkarut kontrak karya Freeport yang terus berlarut-larut hingga hari ini, terbitnya produk hukum yang bercorak Abuse of Power, terbitnya kebijakan pendidikan yang mengalami penolakan besar-besaran dari air rumput, kegaduhan politik Nasional yang berkonten kekerasan suku, ras, Agama dan antar golongan yang amat meresahkan keberagaman didaerah dan sederet permasalahan besar lainnya menunjukkan bahwa cita-cita Trisakti Jokowi jauh dari panggang api” tulis rilis tersebut.(mz)

Facebook Comments

loading...

Tinggalkan Balasan