Kemiskinan di Aceh akibat permainan politik Anggaran di pusat

by

ADVOKASIRAKYAT.COM | LHOKSEUMAWE – Mencoloknya kemiskinan saat ini di Aceh yang masih menduduki posisi nomor dua provinsi termiskin di pulau Sumatra di bawah Bengkulu.
Wakil Ketua Komite I DPD-RI asal Aceh Fachrul Razi M.I.P, menilai kemiskinan ini diduga karena ada Politik Anggaran di Pusat yang terkesan tidak adil.
Menurutnya, Provinsi Aceh  memiliki anggaran luar biasa, seharusnya pemerintah  harus segera memikirkan jalan keluar dari permasalah kemiskinan di Aceh.
“Anggaran Aceh sangat luar biasa. Dalam itu seharusnya pemerintah harus memikirkan jalan keluar secepatnya  untuk menuntaskan angka kemiskinan. Selain itu,  orientasi pembangunan juga harus terfokus secara tepat sasaran khususnya  kepada orang-orang miskin, bukan kepada kelas menengah ke atas,” Kata Senator Aceh kepada Media,  Selasa (16/05017)

Lanjut Fachrul Razi, terkait distribusi anggaran terserap kepada orang miskin di bawah 20 persen, hal itu merupakan kebijakan yang salah. Termasuk di Pusat hari ini terjadi sentralistik kebijakan.
“Daerah di pulau Jawa hari ini dana terserap sekitar 60 persen darianggaran APBN. Sedangkan Aceh hanya mendapat serpihan-serpihan distribusi anggaran akibat politik anggaran ini tidak adil alias yang terjadi hari ini, kemiskinan yang ada dan tertinggi terjadi di Aceh dan Bengkulu” Jelas Senator
Kenapa kemiskinan terjadi, karena distribusi anggaran tidak merata, dan tidak berpihak kepada orang-orang miskin,” ujar pria kelahiran Lhokseumawe itu.
Facrhul Razi menambahkan, untuk Aceh, kalau pemerintah fokus kepada gerakan mengurangi  kemiskinan karena masyarakat Aceh itu dimiskinkan bukan kemauan sendiri.
“Orang Aceh miskin karena dimiskinkan bukan kemauan dan mereka itu sendiri, karena program yang diterapkan saat ini merupakan program negara-negara sosial. Contohnya datang memberikan bantuan, uang hidup dan uang miskin, tetapi tidak memberikan uang stimulan yang bisa menyebabkan mereka keluar dari kemiskinan,” ungkapnya.
Tambahnya, kalau pemerintah tetap melakukan hal seperti itu, berarti pemerintah membunuh rakyatnya dengan kemiskinan. Dia menilai ini lebih bahaya daripada bahaya lainnya. (Rom)

Leave a Reply