Khaidir, Ketua Pakar melakukan pembohongan Publik, Serentak pengurus Pakar Aceh Tamiang Mundur

by

ADVOKASIRAKYAT.COM | Aceh Tamiang – Menyikapi surat ketua DPP Pakar Aceh yang mengatakan bahwa pada tanggal 13 Mei 2017 diadakanya Musyawarah Bersama pengurus Pakar Se-Aceh pada hari sabtu tanggal 13 Mei 2017 di sekretariat Pakar Aceh, Adalah pembohongan publik.

Demikian kata Muslem Mantan Ketua Pakar Tamiang yang Sudah mengundurkan diri. Tgl 20 Mei saya Di ganti oleh Khaidir, Artinya Tgl 13 saya masih menjabat. Bohong Kalau ada Musyawarah Besar Pakar Se Aceh tanggal 13 Mei.

Surat ditandatangani sendiri oleh Khaidir, Tanpa Sekretaris. Itu Surat panik seorang Khaidir, tegas Muslem.

Selain Muslem Mantan Pengurus dan Anggota baru Pakar juga menyatakan mengundurkan Diri dari Pakar antara lain Farhan, Andi Dirga Kadaka, Azizi, dan Zainal Abidin. Serta ada beberapa lagi anggota maupun pengurus pakar yang mengundurkan diri secara tertulis atau melalui surat yang akan disampaikan kepada DPP pakar aceh.

“Andi Dirga yang merupakan Pengurus PAKAR Aceh Tamiang merasa sangat kecewa dan mengatakan DPP PAKAR sangat tidak profesional , karna dia sudah menunggu sangat lama dan sudah membayar uangnya untuk baju seragam PAKAR, tapi sampai sekarang belum ia Terima juga” Jelas Muslem.

Menyikapi surat dari DPP Pakar Aceh atas pergantian Muslem sebagai ketua pakar tamiang, mantan Ketua Pusat Analisis Kajian dan Advokasi Rakyat Aceh (PAKAR ACEH) Tamiang, Muslem SH, Mengucapkan Sangat berterima Kasih Karena dirinya Sudah di Ganti. Kami tidak Mau Lembaga yang Sudah Besar dimanfaatkan oleh seorang Khaidir. Demikian tegasnya kepada advokasirakyat.com pada Minggu,(21/05/17)

Muslem mengatakan,”Saya mundur ikhlas dengan Hati Nurani dan tanpa paksaan, Pendiri sendiri saja sudah mundur dari Pakar Aceh demikian juga dengan saya juga siap mundur dari Pakar Aceh.

Pengorbanan saya sudah besar untuk Pakar Aceh Tapi yang mengambil Manfaat adalah Oknum di DPP PAKAR Aceh, alasan Saya mundur juga Karena Lembaga Ini Sudah menyimpang dari AD ART PAKAR itu sendiri. Tegas Muslem

Ia juga menambahkan, “Setiap pernyataan sikap dilakukan tidak Pernah Melalui mekanisme Musyawarah dan ketuanya bertindak sendiri untuk kepentingan Pribadi, Hanya “one man show” dan otoriter.(*)

Leave a Reply