Kondisi Rumah Patimah Janda Miskin Panton Bili Sangat Memprihatinkan

by

ADVOKASIRAKYAT.COM | ACEH SELATAN Patimah La (55) pernah mengaku mengusulkan permohonan rumah layah huni ke Dinas terkait sampai saat ini belum ada tanggapan, dan masih terus menempati rumah tidak layak huni.

Rumah berukuran 4×5 meter itu kondisinya sangat memprihatinkan, Patimah La Warga Gampong Panton Bili Kecamatan Pasi Raja Kabupaten Aceh Selatan ini berharap bisa mendapatkan rumah yang layak huni.

“Sudah pernah mengusulkan, tapi hingga sekarang belum dapat, sedangkan persyaratan yang diminta sudah kami penuhi. Bahkan sudah di buat pancang tanda lokasinya,” kata Patimah La janda dua anak kepada advokasirakyat.com dengan wajah sedih, Minggu (21/01/2018).

Namun hingga saat ini kami belum pernah merasakan bantuan apapun dari pemerintah, baik itu bantuan tunai maupun non tunai. Ada aja makan satu hari sekali udah lebih dari cukup,”katanya dengan mata berkaca-kaca.

“Mudah-mudahan ada yang mau membantu kami untuk mendapatkan rumah layak huni, sejak saya ditinggal almarhum suami sebelas tahun yang lalu, saya menafkahi sendiri ke dua anak saya,” harapnya.

Selanjutnya, kondisi rumah itu sudah sangat tidak layak huni, apa lagi jika hujan mereka harus menampung air hujan biar tidak tergenang di dalam rumah, karena atap rumah yang terbuat dari daun Rumbia itu sudah mulai hancur dan dinding rumah yang di tempati Patimah La sudah miring karena tiang penyanggah rumah tersebut sudah patah.

Sejak suaminya meninggal dunia, Patimah La harus menjadi tulang punggung keluarganya dengan bekerja sebagai buruh tani. Itupun kalau ada yang mau menyuruhnya menjadi buruh tani.

Selain itu, anak-anaknya juga tak punya pekerjaan tetap, Yulida (22) pengangguran belum ada pekerjaan, sementara itu Isnani (19) sedang kuliah di Lhokseumawe dia mendapatkan biasiswa bidik misi.

Sementara itu, Kusaini berdasarkan penuturan Patimah La, keluarga itu tidak punya harta dan uang untuk memperbaiki rumah warisan yang berdiri diatas tanah mereka sendiri itu.

“Jangankan untuk perbaiki rumah, untuk makan sehari-hari saja mereka serba kekurangan. Mereka beli beras satu bambu per hari. Hari-harinya hanya dipenuhi doa, air mata dan air hujan,”  sebut Kusaini.

Karena itulah, kata Kusaini lagi,  keluarga tersebut sangat berharap mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan berupa rumah bantuan. [Rls]

Leave a Reply