Kualitas Pemimpin Dan Masyarakat  Akan Mampu Menjadi Solusi Bagi Masalah Yang Ada Di Nagan Raya

by

Kualitas Pemimpin Dan Masyarakat  Akan Mampu Menjadi Solusi Bagi Masalah Yang Ada Di Nagan Raya

Oleh:  Ikhsan

Nagan Raya merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Barat Aceh, Indonesia. Kabupaten yang berdiri berdasarkan UU Nomor 4 tahun 2002 pada tanggal 2 juli 2002, sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat. Kabupaten ini berada di bagian pantai barat Aceh yang subur dan sangat cocok sebagai lahan pertanian khususnya padi yang terpusat di Kecamatan Seunagan, Seunagan Timur, dan Beutong karena ditunjang oleh Sungai Krueng Beutong serta Sungai Krueng Nagan yang mengalir di wilayah tersebut. Oleh karena sumber daya pertaniannya yang melimpah, maka Nagan Raya dikenal sebagai salah satu lumbung beras utama di Aceh, bahkan salah satu mantan presiden RI yaitu Soeharto pada tahun 1987 pernah berkunjung ke Nagan Raya, sebagai apresiasinya terhadap pertumbuhan hasil pertanian di daerah tersebut. Tidak hanya padi, potensi lainnya yang juga dihasilkan adalah usaha peternakan serta perkebunan kelapa sawit yang dijadikan sebagai mata percaharian oleh penduduknya.

Meskipun memiliki sumber daya alam yang melimpah, kabupaten yang berumur hampir genap 16 tahun ini, belum mampu menunjukkan eksistensinya dalam mensejahterakan rakyat yang ada didaerahnya. Hal itu terbukti dengan persentase angka kemiskinan penduduk di Nagan Raya mencapai 19,25% serta berada pada posisi ke-9 sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk miskin di Aceh. Kondisi ini membuat masyarakat bertanya, apa yang salah dengan Nagan Raya hari ini. Jika kekayaan alam yang ada saat ini belum mampu mensejahterakan masyarakat yang ada di dalamnya, lalu apa yang bisa membuat Nagan raya maju dan rakyatnya sejahtera kedepan.

Kemajuan suatu daerah tidak terletak pada luas wilayah atau jumlah penduduknya. Kota Sabang misalnya dengan luas wilayahnya 153.00 km2 dan berpenduduk hanya 31.782 jiwa tetapi bisa lebih maju dibandingkan daerah lainnya. Aceh Timur memiliki jumlah wilayah yang luas mencapai 6,286,01 km2 namun angka kemiskinannya hanya 15,06%, lalu Aceh Tamiang dengan jumlah penduduk hampir dua kali lipat penduduk Nagan Raya juga bisa jauh lebih rendah angka kemiskinannya serta kotanya pun tumbuh pesat. Letak geografis dan geologis juga tidak menjamin suatu kemajuan daerah, kita ambil contoh negara Jepang yang berada pada titik gempa dan tsunami juga tercatat sebagai negara yang mampu mengelola diri menjadi negara yang makmur di Asia.

Sistem politik dan pemerintahan juga bukan faktor yang menentukan. Aceh yang nyatanya menggunakan sistem demokratis, hanya mampu menjadikan  sebagian daerahnya yang makmur, masyarakat yang lebih sejahtera, angka kemiskinan yang rendah, dan pertumbuhan kota yang pesat. Sementara Nagan Raya yang merupakan kota seribu sumber daya alamnya, belum merasakan kemerdekaan yang seutuhnya dan kemakmuran hanya milik pemimpin dan politisi saja, bahkan tingkat pengangguran dari tahun 2014 ke 2017 pun semakin meningkat.

Jika luas wilayah, jumlah penduduk, kondisi geografis, geologis serta system pemerintahan tidak mampu berperan bagi kemajuan, kemakmuran dan kesejahteraan, lalu apa hal yang melatarbelakangi ini semua terjadi, apakah karena pengaruh sumber daya alamnya? Ternyata, sebanyak apapun sumber daya alam, belum mampu memberikan garansi kesejahteraan bagi masyarakatnya, jika daerah tersebut dipimpin oleh orang yang dzalim, tidak cerdas dan tidak visioner. Mungkin hal ini yang sedang terjadi di Nagan Raya. Hasil bumi yang berlimpah, sektor pertanian Nagan Raya merupakan salah satu daerah dengan produsen beras yang tinggi dan daerah dengan penghasil sawit terbesar, selain itu juga terdapat bahan radioaktif, tambang batu bara, emas, minyak, gas, biji besi, marmer, batu giok yang mendunia, hingga permata ditemukan di kabupaten Nagan Raya tetapi tidak bisa menjadikannya sebagai daerah yang maju dan berkembang. Selain itu keanekaragaman hayati yang mencukupi, laut yang luas serta tanah yang subur, dengan dengan pesona alam karena merupakan daerah yang dikelilingi oleh laut, serta memiliki pemandangan singgah mata yang memiliki ketinggian sekitar 6000 Mdpl dengan udara segar dan bentangan hijau, itupun hanya menjadi pelengkap saja. Bahkan sangat banyak perusahan sawit yang ada di Nagan Raya, PLTU yang mampu menerangi sebagian aceh, serta pendapatan daerah yang tergolong besar, namun apa yang terjadi, kesejahteraan yang dirasakan hanya sebatas angan-angan yang dipertontonkan di dalam pembukaan undang-undang dasar 1945, aset-aset daerah tidak mampu terkelola dengan baik dan dieksploitasi oleh segelintir “perampok”.

Banyak kota lain yang terbatas sumber daya alamnya, tetapi karena pemimpinnya cerdas, visioner, bisa berbuat adil, berhasil mencapai kemakmuran. Sebaliknya banyak daerah yang kaya akan sumber daya alam, tetapi pemimpinnya tidak kompeten maka selamanya stagnant. Rakyat dibiarkan hidup dalam keterbelakangan, sehingga mereka merasakan bahwa inilah model kehidupan, karena mereka tidak mengetahui dan tidak pernah tau akan hak-haknya. Pemimpin yang dzalim, tidak visioner, tidak cerdas, dan masyarakat yang terbodohkan serta buta akan politik menyebabkan suatu daerah tidak pernah merasakan kemakmuran.

Kondisi yang sangat terasa terjadi di Nagan Raya, diantaranya yaitu sumber daya alam tidak terkelola dengan baik, lemahnya penegakan hukum, regulasi-regulasi yang tidak efektif, pelayanan publik yang buruk sehingga masyarakat belum merasakan kemerdekaan di negerinya sendiri. Melihat kondisi ini tentu menjadi sebuah kekhawatiran akan bagaimana kondisi Nagan Raya kedepan, hingga muncul suatu pertanyaan adakah negarawan atau pemimpin yang suatu hari lahir membawa perubahan, mampu menyelesaikan kekacauan dan terciptanya keadilan serta kesejahteraan.

Umur yang sudah bisa digolongkan remaja dan sudah 2 kali berganti nahkoda, namun ketimpangan dan kesengsaraan masih terjadi dimana-mana dari sudut kota sampai ke ujung desa, penderitaan rakyat luarbiasa, kehadiran perusahaan perusahan sawit hanya mampu menghembuskan bau limbah di sekitarnya. Ketika musim politik tiba, banyak terdengar janji manis dari para calon penguasa, namun ketika musimnya reda, satupun diantaranya mereka tak menampakkan mukanya. Sebagai seorang pemuda Nagan Raya, “mahasiswa” terdidik tentunya berharap sosok pemimpin yang memiliki iman yang teguh (tidak dzalim), ilmu yang cukup, ideologi (tujuan) terang, organisasi yang rapi, strategi dan taktik yang tepat, serta kemampuan teknis dan teknologi yang memadai. Sosok pemimpin seperti itu harus segera terlahir, serta mampu menjadikan Nagan Raya yang mendunia !!!!

Selain kualitas pemimpin, tentunya kualitas pendidikan bagi masyarakat di daerah tersebut pun harus baik. Pendidikan masyarakat juga sangat penting dalam menentukan perkembangan suatu daerah. Pengembangan sektor pendidikan di Nagan Raya khususnya harus menjadi prioritas utama pemerintahan. Pendidikan yang baik akan menghasilkan pembangunan yang baik pula terhadap suatu daerah. Nagan raya sendiri merupakan salah satu daerah yang memiliki masalah dalam bidang pendidikan, hal inilah yang membuat nagan raya selalu mempunyai keterbatasan dalam penyediaan sumber daya manusia. Sarana prasarana pendidikan yang masih kurang mumpuni, pemerataan pendidikan yang tidak dilakukan, dan pembinaan-pembinaan yang masih kurang efektif. Ini merupakan salah satu pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah daerah, dengan terus memperhatikan kualitas pendidikan masyarakat nya. Pendidikan akan menjadikan sdm nagan raya meningkat serta mampu bersaing dalam dunia global. Untuk itu diperlukan reformasi dalam dunia pendidikan khususnya di nagan raya.

Kualitas pemimpin dan rakyat adalah sebagai pembaharuan yang akan mampu memberikan sebuah perubahan besar di dalam tubuh kota Nagan Raya. Jika kedua hal tersebut tidak mampu terperbaiki dan terselesaikan, maka selamanya Nagan Raya tidak akan merasakan yang namanya kemerdekaan dan kesejahteraan. Jika Nagan Raya yang kaya sumber daya alam ini bisa berbenah menjadi kota yang sadar diri, berkarakter, berpengetahuan, inovatif dan progresif, maka dengan 146.244 jiwa penduduk akan menjadikan daerah ini sebagai daerah yang berpengaruh besar, bukan hanya di aceh tapi di Indonesia, asia atau bahkan dunia.

#SPMANaganRaya

Leave a Reply