MAA, KUA, dan Muspida Bahas pengesahan Qanun Keluarga di Nibong

ADVOKASIRAKYAT.COM | Aceh Utara – Mahkamah Adat Aceh, (MAA), KUA dan Muspika Kecamatan Nibong melaksanakan pembahasan dan pengesahan bersama Qanun Keluarga sesuai Mazhab Syafi’i (17/05/2017).

Kegiatan tersebut dihadiri seratus dua orang peserta dari berbagai unsur pemerintahan Gampong dan Mukim dalam kecamatan Nibong.

Hadir sebagai tenaga ahli (pakar) Tgk. H. Muhammad Abduh (Abu Teulaga Baro) dari unsur MPU Kabupaten Aceh Utara, Tgk. Fatahillah, S.HI, MA dari unsur cendikiawan, Sariyulis, SH pegiat sosial di LSM MATA, Abdul Hamid, S.SI ketua LSM CISAH.

Qanun keluarga dimaksud mengatur bidang perkawinan, talak, rujuk, pembagian harta bersama dan warisan. Kegiatan ini berlangsung atas swadaya masyarakat.

Dalam kata sambutannya, Abu Teulaga Baro menekankan pentingnya keseimbangan dan ketegasan dalam pelaksanaan hukum dan adat ditengah masyarakat. “Hukom hana adat tabeu, adat hana hukom bateu,” tutupnya dengan kata pepatah Aceh.

Tgk. Zaibuddin ketua MAA Kecamatan Nibong mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan ini adalah upaya penyelamatan identitas sosial keagamaan di Aceh sebagai warisan bagi anak cucu kita nantinya. “Resiko mengenyampingkan ketentuan perkawinan dan perceraian dapat menjurus pada tindakan perzinahan terpimpin. Kita sebagai pemimpin di semua tingkatan, mulai dari Gampong hingga Propinsi akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah kelak,” katanya mengingatkan.

Seolah tak ingin kalah dari Abu Teulaga Baro, Tgk. Zaibuddin juga mengutarakan kata pepatah yang dimilikinya, “Adat ngon hukom lage zat ngon sifeut, Meubek tareut reut han meuho punca.”

Sariyulis pegiat LSM MATA mempertegas bahwa Qanun Gampong merupakan aturan yang mengikat sebagaimana telah diatur oleh peraturan yang lebih tinggi. Senada dengan hal tersebut, Andi Saputra, SHI kepala KUA kecamatan Nibong juga memperkuat argumentasi pentingnya Qanun Gampong bagi kelancaran pemerintahan Gampong dan tertibnya hukum ditengah masyarakat.

“Kemajuan suatu daerah juga dapat dilihat dari kemajuan dan tingkat ketertiban masyarakat dalam berhukum. Sebagai masyarakat yang mayoritas penganut mazhab syafi’i, pembentukan qanun ini adalah langkah maju dalam upaya penertiban hukum ditengah masyarakat. Jangan sampai seperti menawarkan sphagetti kepada masyakat Gampong yang justru keinginannya makan kuwah pliek. Kedepan kita berharap para pengambil kebijakan di Pemerintahan Aceh dapat mempertegas dan memperkuat aspirasi masyarakat Aceh yang mayoritas mazhab syafi’i,” harapnya.

Rasyidin yang dikenal dengan Aneuk Peutua, pemerhati sejarah dan kebudayaan Aceh berharap agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan di seluruh Aceh. “Kita harus bangga dengan sejarah Aceh yang gemilang peradaban masa lalunya sesuai mazhab syafi’i. Hal positif ini harus terus didorong sebagai pemersatu masyarakat dalam berhukum,” ujarnya.

Abdul hamid, Ketua CISAH sangat mengapresiasi atas tindak lanjut Muspika kecamatan Nibong terhadap aspirasi yang selama ini dikeluhkan geuchik dan imum gampong dalam menangani berbagai permasalahan yang muncul terkait hukum keluarga. “Lantas, kenapa Nibong menjadi pelopor qanun adat sesuai mazhab syafi’i? Sebagaimana telah diketahui, Nibong memang salah satu kawasan penting Samudra Pasai di masa lalu yang sarat dengan berbagai  peninggalan sejarah seperti makam para pembesar kesultanan Samudera Pasai yang berasal dari berbagai penjuru dunia. Tokoh-tokoh besar Dunia itu lebih memilih daerah ini sebagai tempat bermukim dan membangun peradaban Islam hingga se-Asia, maka sangat wajar jika anak cucu keturunannya kembali mengambil peran sebagai pelopor kebangkitan peradaban Islam yang bermazhab Syafi’i. Meski sedikit disayangkan yang terjadi hari ini seperti kata peutuah lama Aceh, ureung awai chit ka meutentei, geutanyoe manteng tarika-rika. Semoga semangat masyarakat Nibong dalam menjaga identitas hukumnya dapat ditiru oleh kecamatan lain,” tutur Abel mengaitkan historis masa lampau.(*)

Facebook Comments

loading…


banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: