Opini : Karena Indonesia Sesungguhnya Telah Merdeka


ADVOKASIRAKYAT.COM | OPINI – Indonesia adalah Negara Kesatuan Republik yang terdiri dari 17.500 pulau, 1.340 suku, dan 540 bahasa. Negara Kesatuan Republik Indonesia hadir setelah kurang lebih 355 tahun di jajah oleh bangsa asing. Setelah berlalunya waktu dan perjuangan yang panjang tibalah di saat hari yang di tunggu-tunggu oleh rakyat Indonesia yaitu tepat pada tanggal 17 Agustus di kibarkanlah bendera pusaka merah putih sebagai tanda kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.

Kemerdekaan bagi bangsa Indonesia di artikan sebagai sebuah bentuk kebebasan karena dengan merdeka mereka bisa melakukan segala hal tanpa di atur oleh bangsa lain.
Waktu pun berjalan kian tidak terasa tepat pada 17 Agustus 2017 kemerdekaan bangsa Indonesia sudah menginjak di angka 72 tahun. Tentu angka 72 tahun ini bukanlah angka yang muda. Ibarat seorang manusia ketika sudah berumur 72 tahun kita bisa melihat manusia itu amat sudah tua, maju dan sempurna pula sudah kehidupannya. Tapi ketika kita melihat Indonesia saat ini di usia yang tidak lagi muda seharusnya indonesia sekarang sudah pada posisi negara maju bukan lagi negara berkembang. Indonesia seharusnya bisa menjadi negara percontohan dengan kekayaan alam yang melimpah bukan negara yang hanya menjadi ibarat seorang kuli.

Dalam masa 72 tahun indonesia belum juga menjadi negara yang di idam-idamkan oleh rakyat, Indonesia belum juga menjadi negara yang bisa menciptakan keperluan bagi dirinya sendiri. Terus yang menjadi pertanyaan di dalam benak kita apakah yang menjadi permasalahan pada Negeri Ibu Pertiwi ini dengan segudang kekayaan potensi alam yang di miliki, mengapa sampai saat ini negeri ini belum juga sampai kepada tahapan puncak ?, Apakah karena tidak adanya SDM ?, namun jika di lihat dari segi SDM serasa mustahil melihat sekarang di Indonesia telah memiliki lebih kurang 4.500 perguruan tinggi. Dengan jumlah Perguruan Tinggi sebanyak itu mustahil Indonesia tidak mampu mengahasilkan SDM yang bisa membangun negeri ini. Terus apa yang menjadi permasalahan dalam membangun negeri yang kaya raya ini ?

Indonesia yang seharusnya menjadi salah satu negara lumbung padi terbesar se-asia tenggara namun mengapa harus mengimpor beras dari negara asean yang lain. Indonesia yang menjadi salah satu negara lumbung pangan terbesar di dunia toh mengapa mesti megimpor kedelai dan susu dari negara lain. Indonesia yang di juluki sebagai slah satu negara maritim terbesar di dunia toh mengapa mesti mengimpor garam dari negara lain. Jadi apakah sebetulnya yang menjadi permasalah pada Indonesia saat ini ?

Betapa miris tentu melihat negeri yang kaya raya namun tidak bisa memenuhi keperluan bagi dirinya sendiri. Seharusnya dengan bertambahnya umur bangsa ini, Indonesia harus sudah mulai bisa menjadi negara yang mandiri dan negara percontohan bagi negara lain di tambah lagi dengan potensi alam luar biasa yang di miliki oleh Indonesia. Indonesia harus mulai bisa membuang kebiasaan lama yaitu selalu beketergantungan kepada negara lain.

Indonesia yang sudah merdeka seharusnya bisa memanfaatkan potensi pada diri sendiri untuk memenuhi keperluan dirinya sendiri dan tidak selalu bergantung kepada negara lain meskipun ada beberapa hal yang memang mungkin di perlukan dari negara lain. Namun yang menjadi rancu di sini kenapa barang yang sudah seharusnya tinggal di olah di negeri sendiri kok malah harus diambil dan dipinta kepada negara lain.

Sistem perekonomian Indonesia yang seharusnya berasaskan Kerakyatan pun malah seakan-akan berubah menjadi sistem ekonomi Kapiltalis yang mana pemilik modal terbanyak lah yang menjadi penguasa pasar yang pada akhirnya rakyat pada golongan bawahlah yang menjadi korbannya. Tentu ini sebuah paham dan kesalahan yang sudah akut di miliki oleh bangsa ini. Maka dengan demikian seakan-akan Indonesia itu belumlah merdeka terutama dari sisi ekonomi dan pola pikir. Indonesia masih terus di invertisir oleh negara lain yang membuat Indonesia tidak dapat berbuat banyak.

Apakah sebetulnya permasalahan bagi Indonesia ?, Di tambah lagi melihat di tahun 2017 ini kita melihat beberapa kebijakan pemerintah yang mencekik rakyat yang di antaranya adalah naiknya harga tarif listrik hingga 2 kali lipat, berkurangnya subsidi terhadap BBM dan Gas LPG. Hal yang menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat toh mengapa harus di naikkan secara mendadak oleh pemerintah di tambah lagi semua ini terjadi di saat ekonomi masyakat Indonesia tumbuh pada posisi yang tidak stabil. Tentu hal ini sangat mencekik bagi rakyat terutama bagi rakyat golongan bawah.

Melihat semua hal tersebut tentu hal ini harus menjadi perhatian dan sorotan bagi pemerintah khsusnya pemerintah pusat. Pemerintah harus bisa kembali memilah dan mengkoreksi kembali kebijakan yang di buatnya serta memberikan alasan yang jelas terhadap rakyat, tidak semata-mata menentukan dan mengambil kebijakan seacara semaunya. Pemerintah harus paham pada sistem Demokrasi yang di sepakati untuk negeri ini sebelumnya. Pemerintah harus bisa mendengar suara dan jeritan rakyat.
Oleh karena itu di usia yang ke-72 ini seharusnya indonesia bisa kembali meluruskan niat dengan cita-cita bangsa yang tertuang pada Pembukaan UUD 1945. Indonesia harus kembali berbenah menyusaikan keadaannya saat ini dengan cita-cita yang telah di sepakati sebelumnya. Terkhusus kepada pemerintah harus dapat bijak dalam membuat dan mengambil suatu kebijakan. Janganlah membuat Indonesia seperti belum merdeka, karena sesungguhnya Indonesia itu telah merdeka.

Karena Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah bebas dari segala bentuk macam hal tanpa pengaruh dari manapun yang mana pada hasilnya adalah dapat membuat semua golongan rakyat menjadi tersenyum dan makmur bukan hanya pada golongan elit saja, karena Indonesia adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Indonesia yang sudah merdeka seharusnya juga yakin dan percaya kepada potensi dirinya sendiri dan tidak harus bangga terhadap negara lain.

 

 

Facebook Comments

loading…


banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: