OPINI : Kiblat Pemuda Saat Ini

oleh

 

Oleh : Pahami Ardi

ADVOKASIRAKYAT.COM | OPINI – Pemuda adalah generasi yang menjadi harapan bagi bangsa Indonesia. Pemuda pun adalah semangat dari bangsa Indonesia. Namun, Apakah semua pernyataan tersebut benar?, Pemuda sendirilah yang pantas untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Saat ini zaman sudah semakin modern, perkembangan peradaban dunia khsususnya di Indonesia sudah semakin maju. Kemajuan ini ibarat pedang bermata dua, pertama bisa menjadikan suatu bangsa menjadi lebih baik, ataupun Kedua bisa sebaliknya menjadikan bangsa Indonesia kepada kejahilan. Untuk itu coba kita berkaca apakah yang terjadi di Indonesia saat ini ?
Hadirnya Internet menjadi bukti dari kemajuan peradaban dunia saat ini. Begitu banyak kreasi-kreasi yang di hasilkan oleh Internet. Pada dasarnya hadirnya Internet adalah sebuah kebermanfaatan yang dengannya akan memudahkan orang lain dalam melakukan aktivitas. Namun, pada realitanya kehadiran Internet pun menjadi ancaman tersendiri bagi bangsa dan pemuda pada khususnya.
Hasil survey APJII pada tahun 2016 lalu jumlah pengguna internet dalam rentang usia 20-24 tahun dan 25-29 tahun memiliki angka presentasi 80 persen. Angka tersebut relatif tinggi ketimbang penduduk kelompok usia lainnya. Dalam survey tersebut juga diketahui bahwa profesi mahasiswa menjadi pengguna paling banyak ketimbang profesi lainnya.
Memang tak dapat di pungkiri lagi sebetulnya gelombang generasi pemuda atau generasi millenial menjadi ujung tombang penetrasi pengguna internet di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa ketergantungan mereka pada internet sangat lah tinggi. Bahkan mungkin dalam 1 jam tak sah rasanya kalau tidak menggunakan internet.
Ini semua tentu berdampak pada sisi pola kehidupan masyarakat di Indonesia khususnya pada generasi muda itu sendiri. Generasi muda saat ini terlalu sibuk dengan gadgetnya, dengan hadirnya Whatsapp, Facebook, Youtube, Instagram, Twiter dan media sosial lainnya telah menidurkan mereka. Hal tersebut juga berdampak kepada pola prilaku kehidupan mereka.
Indonesia adalah salah satu negara muslim terbesar di dunia. Indonesia juga negara yang berasaskan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kata lain semua yang hidup di Indonesia adalah mereka yang harus memiliki agama. Namun, bisa kita lihat saat ini dengan hadirnya media sosial itu tadi bagaimana pandangan keagamaan para pemuda di Indonesia saat ini. Apakah konservatif, sekuler, moderat, atau bahkan liberal ?, Tentu pemuda yang harus menjawab dan merenungkannya sendiri.
Begitu juga dari sisi moral dan gaya hidup. Saat ini dapat kita lihat gaya hidup pemuda yang sudah semakin hedonis, modern, dan western. Mereka sudah lupa bahwa bangsa Indonesia bangsa yang memegang erat tradisi dan budaya. Namun karena gaya hidup yang sudah semakin maju tadi mengakibatkan perlahan-lahan pemuda sekarang lupa akan identitas bangsa mereka sendiri, bahkan mereka selalu membanggakan dan mengedepankan kebudayaan asing. Sudah wajar bagi pemuda saat ini untuk menentang orang tuanya sendiri, hamil di luar nikah, minum-minuman keras, ,mengkonsumsi obat-obat terlarang dan lain sebagainya yang mana itu semua mereka adopsi dari kebudayaan asing akbiat media sosial itu tadi.
Pendidikan dan Ideologi pun juga sama. Sibuknya pemuda saat ini dengan gadgetnya terkadang melupakan diri mereka untuk belajar. Sifat mengerjakan segala sesuatu selalu meinginkan yang instan-instan pun telah tertanam dalam diri mereka. Berfikirnys pun selalu yang praktis-praktis, sehingga dalam melakukan perbuatan pun mereka tidaklah melihat dampak dari akibatnya. Dengan gaya hidup yang selalu mengedepankan kegengsian. Apapun akan mereka lakukan untuk mendapatkan sesuatu yang ingin capainya meskipun diperlohe dengan cara yang tidak sepatutnya.
Begitulah cerminan pemuda saat ini. Mereka di tidur lelapkan oleh kemajuan teknologi. Pemuda yang pada seharusnya menjadi harapan dan semangat juang bangsa namun malah tidak mencerminkan itu semua. Pemuda yang seharusnya menjadi pelopor gerakan pembaharuan perubahan bangsa, namun malah lupa arah bangsa itu sendiri. Pemuda yang seharusnya menjadi tokoh pembangunan bangsa, namun justru iya tidak mampu untuk membangun pondasi kemajuan untuk dirinya sendiri.
Ini meski menjadi sebuah bacaan bersama untuk merefleksi kembali semangat pemuda. Gerakan pemuda tempo dulu harus menjadi sebuah cerminan bagi pemuda saat ini. Sumpah Pemuda yang di ucapkan pada 28 Oktober 1928 harus kembali menjadi gumam pemuda saat ini untuk meraih kembali kejayaan pemuda Indonesia dan kemajuan dari bangsa Indonesia.

Facebook Comments

loading...

Tinggalkan Balasan