PEMUDA GAMPONG HARUS KRITIS DAN SOLUTIF DALAM PENANGGANAN ANGGARAN DESA

by

PEMUDA GAMPONG HARUS KRITIS DAN SOLUTIF DALAM PENANGGANAN ANGGARAN DESA

Oleh: Jumadin, Aktivis SPMA (Sekolah Pemimpin Muda Aceh) Universitas Muhammadiyah Aceh

ADVOKASIRAKYAT. COM-, Pemuda merupakan generasi muda yang sangat berpengaruh untuk proses pembangunan bangsa gampong (Desa). Pemuda selalu menjadi harapan dalam setiap kemajuan di dalam suatu bangsa yang dapat merubah pandangan orang dan menjadi tumpuan para generasi terdahulu untuk mengembangkan ide – ide ataupun gagasan yang berilmu, wawasan yang luas, serta berdasarkan kepada nilai-nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat.

Disaat kondisi gampong (desa) seperti ini peranan pemuda gampong sebagai penggerak dalam pembangunan gampong (desa) sangatlah diharapkan dengan membentuk suatu wadah yang tentunya bersifat positif yang dapat memainkan peran yang lebih besar dalam pembangunan gampong.

Sebagai pemuda gampong (desa) yang akan membawa menjadi daerah yang lebih modern, sebagai pemuda gampong (desa) yang akan membawa daerah ke dalam negeri dan luar negeri.

Pemuda diwajibkan memiliki pemikiran yang kritis dalam penangganan anggaran desa. Namun, apakah kritis saja cukup ? Menurut penulis, kritis bukanlah hal yang baik, karena kritis tanpa memberi suatu usulan, kita hanya akan menjadi seorang problem-maker. Maka dengan demikian pemuda harus juga memerlukan pemikiran yang solutif yaitu dapat memberikan solusi terhadap suatu permasalahan yang ada, bukan hanya mengkritisi, tetapi juga bisa memecahkan masalah atau dengan bahasa lain disebutkan dengan sebutan problem-solver.
Sebagai pemuda, diwajibkan untuk mengasah kemampuan untuk memecahkan suatu masalah sederhana yang dapat terjadi. Namun, bagaimanakah cara kita untuk memecahkan suatu masalah? Penulis akan menjelaskan suatu metode problem-solving yang disebut dengan NNeed-Know-How-Solve.

Tujuan dari adanya cara problem solving ini adalah agar kita bisa bekerja secara sistematis dan lebih teliti dalam menyelesaikan masalah tanpa mengesampingkan keadaan – keadaan lain.

Apalagi, pada tahun 2019 anggaran dana untuk gampong (desa) akan di tambah hingga 80 triliun, yang sebelumnya anggran dana desa 20,67 triliun yang terserap hanya 82 persen sementara pada tahun kedua dana desa berkisar 46,98 triliun yang terserap sekitar 97 persen, sedangkan tahun selanjutnya dana gampong (desa) berkisar 60 triliun dengan penyerapan 99 persen, hal ini disampaikan Mentri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, Pada tanggal 18/07/2018, saat berkunjung ke bayuwangi. Ini salah satu komitmen dari presiden joko widodo dalam pembangunan gampong(desa).

Maka pada kesempatan ini penulis ingin menghimbau kepada pemuda-pemudi yang ada di perkampungan (perdesaan) nusantara harus memiliki jiwa kritis dan solutif dalam penangganan anggaran desa upaya memajukan pembanggunan gampong.

Karena peran pemuda dalam memajukan pembangunan suatu daerah sangatlah penting. Hal ini, tertera pada Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) telah membuka sebuah era baru dalam pembangunan di Indonesia. Undang-undang ini memberikan peluang besar dalam meningkatkan kesejahteraan desa. Di masa lalu, desa lebih banyak menjadi objek kebijakan, kini desa memiliki kewenangan dan kesempatan lebih luas untuk menentukannya sendiri.

Dengan adanya peran pemuda gampong ( desa) maka diyakini segala bentuk penyelewengan dana desa akan hilang, dengan demikian pembangunan gampong (desa) akan meningkat drastis dan kenyamanan akan hadir di tengah-tengah masyarakat.

“Ingat lah bahwa peran pemuda pemudi gampong (desa) itu sangat lah penting dalam memajukan pembangunan daerah maunpun bangsa nya sendiri,”.

Untuk itu, Penulis meminta agar pemuda gampong (desa) dan seluruh lapisan masyarakat dalam sebulan sekali melakukan evaluasi menyeluruh program pembangunan gampong penggunaan dana desa, Karena begitu banyak terjadi penyelewengan, dan korupsi anggara gampong (desa) merajalela. Sehingga masyarakat lebih leluasa mengetahui tentang anggaran dana desa, Kenyataanya hingga saat ini masih banyak warga masyarakat yang belum dapat menjangkau maupun mengakses pembangunan desa.

Pada tahun belakangan ini kecenderungan penyelewengan dana desa kini menjadi perhatian banyak pihak. Untuk itu, pemerintah, aparatur desa dan pemuda gampong (desa) harus bersatu bertindak cepat untuk mengantisipasinya antara lain mengubah desain, di samping harus memberi perhatian ekstra terhadap aspek pencegahan penyelewengan dan potensi konflik yang terjadi dalam masyarakat.

Namu disisi lain, Peran pemuda gampong (desa) pada saat ini masih belum optimal. Keadaan tersebut dapat kita lihat dari berbagai kegiatan dan proses pembangunan di desa. Gampong (desa) belum melibatkan peran pemuda secara menyeluruh dalam proses pembangunan desa, kecuali hanya melalui karang taruna. Sehingga tidak heran ketika banyak pemuda desa yang melakukan urbanisasi.

Dengan adanya Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) diharapkan akan mampu menurunkan angka urbanisasi angkatan kerja khususnya bagi pemuda di desa. Hal tersebut dapat dilakukan jika desa mampu mengoptimalkan peran pemuda untuk ikut andil dalam mengelola BUM Desa.

Dikelolanya BUM Desa oleh pemuda desa akan dapat mempunyai dampak positif. Pertama, membuka lapangan kerja bagi pemuda di desa, karena pemuda di desa dapat ikut mengelola BUM Desa yang artinya pemuda desa juga ikut bekerja di BUM Desa.

Kedua, BUM Desa akan terkelola dengan baik. Hal tersebut karena jiwa pemuda masih bersih dan belum terpengaruh dengan kepentingan-kepentingan tertentu. Sehingga pengelolaan BUM Desa akan jauh dari hal-hal yang bersifat politik praktis.

Ketiga, BUM Desa akan dapat mengelola dan memanfaatkan potensi desa dengan maksimal. Karena pemuda adalah sumber daya manusia yang masih segar dan mempunyai kapasitas pendidikan yang tinggi jika dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya. Dengan kapasitas pendidikan yang tinggi tentu membuat pemuda lebih paham terkait dengan potensi yang ada di desa.
Keempat, pemuda desa mempunyai waktu atau umur yang relatif panjang sehingga rencana atau visi BUM Desa dapat terlaksana dan terwujud. Program-program yang dilakukan BUM Desa akan berjalan secara terus menerus dan berkelanjutan.

Kelima, adalah Pendapatan Asli Desa atau PADesa akan didapat secara optimal. Dapat dipastikan Pendapatan Asli Desa (PAD) akan bertambah dan pembangunan di desa juga akan berkembang secara berkesinambungan.

Keenam, perekonomian di desa akan dapat dikendalikan dengan baik melalui pengelolaan BUM Desa yang berdaya saing, sehingga ketahanan ekonomi di desa akan kuat. Keterlibatan masyarakat dalam proses penganggaran adalah hal yang sangat penting baik bagi pemerintah desa maupun masyarakat.

Atas berbagai upaya yang harus dilakukan pemuda gampong (desa), pemerintah sudah saatnya harus menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent) dalam kebijakan pencairan dan pengalokasian dana desa. Tidak ada yang salah dari kebijakan atau pendekatan pembangunan dengan mengalirkan dana ke desa-desa. Namun, kebijakan itu perlu tepat sasaran dan tepat guna, sehingga ada kepastian bahwa aparatur desa penerima sudah siap dengan perangkat administrasinya.

Menarik, Satu kata untuk mengungkapkan pembangunan sebuah gampong (desa). Karena, Gampong (desa) adalah harapan kemajuan sebuah bangsa. Paradigma selama ini yang menganggap masyarakat desa adalah tertinggal, dan untuk sukses haruslah merantau ke kota besar. Paradigma tersebut harus segera ditinggalkan.
Oleh karena itu membangun sebuah desa adalah harga mati yang harus segera direalisasikan. Semua elemen desa beserta masyarakat harus bersama-sama mewujudkan pembangunan desa yang arif dan bijaksana. Potensi desa yang tepat untuk menjadi penggerak desa adalah pemuda.

Pemuda adalah peradaban sebuah bangsa. Untuk membangun sebuah peradaban, sudah saatnya pemuda menjadi lokomotif perubahan itu, agar menjadi bangsa yang madani. Maka tidaklah heran jika Bung Karno sang plokamator menempatkan pemuda pada garda terdepan. Dengan sebuah kalimat yang pasti kita sudah pernah mendengar ataupun melihatnya.

Penulis adalah Jumadin, Aktivis SPMA (Sekolah Pemimpin Muda Aceh) Unmuha.

Leave a Reply