Penjelasan PLN Tentang Pemadaman Listrik Bergilir Di Aceh

by

ADVOKASIRAKYAT.COM | Banda Aceh – Dalam upaya menjamin pasokan listrik selama bulan suci Ramadhan agar tetap terjamin tidak ada gangguan, maka pihak PT PLN (Persero) Wilayah Aceh melakukan uprating konduktor dari ACSR 240 mm2 kemampuan kurang lebih 600 Amphere menjadi ACCC 310 mm2 kemampuan kurang lebih 1200 Amphere.

Menurut Humas PLN Aceh, pemadaman bergilir terpaksa dilakukan dalam beberapa waktu terakhir karena ada beberapa pembangkit listrik yang sedang dalam pemeliharaan.

PLN memastikan bahwa kebijakan pemadaman listrik bergilir per tiga jam disejumlah wilayah di provinsi Aceh, bukan faktor kesengajaan, melainkan keputusan terberat yang harus diambil oleh manajemen untuk menjaga agar tidak terjadi pemadaman yang lebih besar atau dalam istilah kelistrikan disebut black-out.

Salah satu alasan dilakukan pemeliharaan terhadap sejumlah pembangkit listrik yang ada di Aceh seperti pada PLTU Nagan Raya 1 dan pembangkit listrik di Sumatera Utara, hal ini dilakukan untuk menjaga keandalan listrik pada bulan suci Ramadhan yang tak lama lagi.

“Ini dilakukan agar umat muslim Aceh dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk selama bulan suci, tanpa adanya gangguan pemadaman listrik,” terang Humas PLN Aceh.

Sebelumnya PLN Aceh telah menginformasikan kepada masyarakat luas bahwa sehubungan dengan pemeliharaan pembesaran konduktor Saluran Transmisi di Pangkalan Brandan – Binjai dan terjadi gangguan PLTMG Arun yang berakibat beban Arun menjadi turun menjadi 70 Megawatt.

Akibatnya telah menyebabkan keterbatasan transfer kirim listrik dari Sumut ke Aceh, kondisi itu membuat manajemen PLN Aceh dengan sangat terpaksa harus melakukan pemadamanan bergilir per 3 jam selama 1 periode untuk wilayah seperti kota Banda Aceh, Aceh Besar, Sigli, Pidie Jaya, Meulaboh, Aceh Jaya , Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang.

Pemadaman bergilir ini dilakukan untuk menaikkan dan mempertahankan tegangan supplai listrik agar tidak terjadi pemadaman yang lebih besar (Black-out). Pihak PLN Aceh sendiri akan terus berupaya secepat mungkin menyelesaikan kondisi ini agar segera normal kembali.

“Sekali lagi kami atas nama jajaran PLN Aceh memohon ma’af kepada masyarakat Aceh atas ketidaknyamanan ini. Semoga sistem kelistrikan di Aceh dapat segera pulih kembali dalam waktu yang cepat,” demikian penjelasan pejabat Humas PLN Aceh.(muz)

Leave a Reply