PMII PC Lhokseumawe dan Aceh Utara minta Dinas Syariat Islam Serius dalam Penerapan Syariat Islam Khususnya di Kawasan Pariwisata

Ilustrasi

 

ADVOKASIRAKYAT.COM | Lhokseumawe – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) PC Kota Lhokseumawe meminta Dinas Syariat Islam Serius dalam melaksanakan tugasnya untuk penerapan syariat Islam secara kaffah di Aceh khususnya kota Lhokseumawe dan Aceh Utara terutama di tempat pariwisata, Hal ini di sampaikan oleh safwandi selaku Sekretaris Umum PMII PC Lhokseumawe kepada media advokasirakyat.com pada hari Kamis (29/06/2017)

Hal ini disampaikan atas dasar fakta bahwa masih banyak pelanggaran norma syariat Islam di kawasan tempat wisata yang ada di kawasan kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, ” Sangat miris ketika kita mengunjungi tempat wisata yang ada di kota Lhokseumawe dan Aceh Utara yang merupakan daerah yang menerapkan syariat Islam, tapi masih saja para pengunjung yang bukan muhrim bisa duduk berdekatan, bahkan berada di satu tempat pemandian, dan berpelukan di kaffe hal inilah yang mencoreng norma-norma Syariat Islam yang selama ini kita Agung-agungkan” kata safwandi.

Ia juga menjelaskan ” bukannya kita tidak sepakat untuk mengembangkan potensi pariwisata yang ada di kota Lhokseumawe ini, tapi setidaknya pemerintah dan pengelola tempat wisata harus benar-benar menerapkan dan mengawasi pelaksanaan syariat Islam di tempat pariwisata yang ada, Syariat akan memandang baik suatu tempat wisata jika aturannya dilakukan dengan baik pula”

Ia juga menambahkan bahwa Anggaran Syariah Islam di Aceh ditetapkan sebesar 5% pada Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBA). Nilainya kurang lebih mencapai 700 milyar Rupiah. Pada seharus dinas syariat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, jangan hanya membuat program razia/pemeriksaan celana ketat dan baju ketat di persimpangan jalan, setalah itu ganti dengan kain sarung, itu pun bukan agenda rutin yang di lakukan, tapi bagaimana cara penempatan razia syariat islam, ketika menemukan orang orang yang menyalahi aturan secara syariat, maka mareka wajib memanggil kedua orang tua untuk menjemput anaknya sekaligus membawa pakai ganti kepada anaknya

“Sejauh ini kami rasa tidak ada alasan lagi bagi dinas syariat islam untuk mengaku kekurangan uang di setiap tahun”, tutupnya.(mz)

loading…
Facebook Comments

loading…


Tags:
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: