Said Hajril : Runtuhnya Islam Di Andalusia Jangan Sempat ‌Terulang di Aceh Tercinta

by

 

 

ADVOKASIRAKYAT.COM | Bireuen-, Ubah pasti memiliki tujuan agar menjadi lebih baik lagi. Akan tetapi, setelah itu dapat membuat keadaan yang semakin memburuk, semoga saja bisa menjadi pengalaman dan pembelajaran pada semua masa depan yang baik, gagal yang sampai saat terulang kembali.

Said Hajril Auliza Al Habsy pengurus SPMA (Sekolah Pemimpin Muda Aceh) pelajar Bireuen mengajak siswa, siswa, dan seluruh masyarakat agar bersama-sama menyelesaikan syariat islam di Aceh yang sedang diambang kehancuran.

” Saya sangat bangga menjadi orang Aceh, dan saya lebih bangga menjadi orang Aceh di zaman dulu, karena Aceh sekarang tidak sama dengan Aceh terdahulu, banyak perubahan yang terjadi di bumi Aceh yang kita cintai sekarang ini, biasanya setiap gerakan perubahan akan membawa buah keberhasilan, tapi lain halnya dengan Aceh bukan menjadi lebih baik, justru menjadi lebih buruk, akan tetapi, masih tertinggal pada masyarakat Aceh sekarang, yaitu mereka masih menjaga nilai moral dan aqidah walaupun hampir pudar. Didalam ingatan masyarakat, jika terdengar kata Aceh, maka yang mereka ingat tentang Aceh adalah pusat peradaban islam yang kuat, serambi mekkah, masyarakatnya yang religius serta kuat dalam menegakkan syariat islam, ramah, jauh dari yang namanya kriminal, narkoba, dan lainnya yang bersifat negatif. Sekarang di Aceh banyak yang namanya kriminal, narkoba yang justru kebanyakannya anak muda di balik itu semua, dan juga permainan politik kotor yang dilakukan oleh pejabat di Aceh saat ini, jadi mari kita merubah Aceh bersama-sama, semoga Aceh saat ini dan kedepannya bisa menjadi seperti dulu lagi, menjadi Aceh yang aman, Aceh yang maju, dan Aceh yang sejahtera serta banyak disegani oleh negara lain, ” ujarnya.

Lanjutnya, runtuhnya islam di Andalusia jangan kembaliterulang kembali di Aceh tercinta. Ada tiga catatan besar tentang sebab-sebab keruntuhan ‌peradaban islam di Andalusia. Pertama, perpecahan pada Islam pada saat itu. Kedua, cinta dunia ‌dan takut mati kaum muslimin khususnya Anggota keluarga kerajaan ‌islam Andalusia. Ketiga, memudar atau ulama pada ulama pada ‌saat itu, bersama siswa Man 3 Bireuen (Man Peusangan) kelas XII IPA 1 ini, Minggu, 15 April 2016.

“Semoga Aceh berhasil dari hal-hal itu juga. Harapan saya islam berdiri di Aceh sampai kiamat dunia. Dan kami sebagai anak muda marilah membuat hari-hari kami lebih nyata untuk agama, nusa, bangsa, dan negara”, ungkap anggota pengurus SPMA pelajar Bireuen.

Leave a Reply