Tepati Rumah Tak Layak Huni, Hustamin Butuh Uluran Tangan

 

Kondisi Atap Rumah Bapak Hustamin, yang bocor

 

ADVOKASIRAKYAT.COM, Hustamin (56) adalah Seorang bilal di Mesjid Pancasila yang terletak di sebuah Desa Jangka alue Bie Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen Propinsi Aceh.

Hidup dengan serba terbatas dan ekonomi yang rendah, tak membuat Hustamin putus asa untuk berusaha untuk membiayai dua anaknya hingga menyelesaikan sarjannya, walapun pada akhirnya seorang anaknya hanya mampu di sekolahkan hingga bangku Sekolah Menengah Pertama(SMP)

Keadaan ekonomi bapak hustami yang rendah, Sesudah menyelesaikan kuliahnya, anak bapak bustami terpaksa hijrah atau merantau. tidak ada maksud lain, selain untuk membahagiakan kedua orang tuanya.

Saat ini bapak bustamin dan beberapa anggota keluarganya tingga di sebuah rumah kecil yang tidak laya huni yang di bangun di atas tanah wakaf.  Sudah  15 tahun ia tinggal dan membayar sewa dengan biaya dua puluh lima ribu pertahunnya kepada keuchiek gampong tersebut.

Hal ini pun yang menggerkan hati tim relawan Peduli Duafa Aceh cabang bireuen untuk Berkunjung mencari tau latar belakang Bapak Hustamin kenapa rumah yang ditempatkan nyan tidak kunjung mendapatkan perhatian dari pihak pemerintah dan pihak pihak lainnya.

Karena mengingat rumah yang ditempatkan Bapak Hustamin saat ini sangat memperhatinkan. Bagaimana tidak, ketika hujan datang rumahnya masuk air, disebabkan sebahagian atapnya sudah bocor dan tidak lagi layak huni,

Rusli Sulaiman Geuchiek Gampong Jangka alue bie, menyambut baik kedatangan tim relawan Peduli Duafa Aceh cabang bireuen ke Desanya, “kami bercerita banyak tentang seluk beluk kehidupan bapak hustamin, hingga kesepakatan kami dengan Bapak Rusli sepakat untuk sama-sama mencari solusi demi membangun rumah Bapak Hustami, Kami dari Relawan Peduli Duafa siap untuk menggalang dana membangun rumah Bapak Hustamin, danpun Geuchiek (Red -Kepala Desa) Desa setempat siap membantu semampu desa agar tidak bertentangan peraturan yang berlaku”. Kata Ketua Tim Relawan, Rakjab saat mengunjungi rumah tersebut.

“Mohon kersjasamanya untuk semua pihak dimanapun berada untuk kita beramal membantu rumah bapak hustamin agar beliau tidak lagi basah ketika hujan datang, apa lagi di kecamatan tersebut ada anggota dewan baik DPRA maupun DPRK dan masuk dalam dapil 2 pemilihan, setau saya di dapil dua ada 10 kursi dewan, sepuluh kursi dewan satu rumah saja tidak mampu untuk kita meuripe ripe agar Bapak Hustami tidak lagi tidur dalam hujan,” pinta rakjap,(RI)

 

Facebook Comments

loading…


banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: