Terkait Penampilan Dance, Ini Klarifikasi Ketua Unsyiah Fair

oleh

Banda Aceh- terkait penampilan dance dalam rangkaian acara Unsyiah fair ke- 12 yang tidak sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam di Aceh, kepada advokasi rakyat.com ketua panitia M Suhail Giffari, Sabtu (11/11/2017) menjelaskan dalam siaran persnya kepada advokasirakyat.com sebagai berikut :

Assalamualaikum Wr Wb

Sehubungan dengan telah dilaksanakannya Unsyiah Fair ke-12 tahun 2017 yang dilaksanakan sejak tanggal 5 s.d 8 November 2017 bertempat di gedung dan halamanAcademic Activity Center (AAC) Prof. Dr. Dayan Dawood, M.A Darussalam Kota Banda Aceh. Maka dengan ini diinformasikan bahwa Unsyiah Fair ke-12 tahun 2017 menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang positif dan bersifat meningkatkan kreativitas mahasiswa Unsyiah maupun masyarakat umum di Banda Aceh dan Aceh Besar. Rangkaian kegiatan yang dihadirkan berupa opening ceremony, seminar nasional, lomba rangking 1, pekan kreativitas mahasiswa, debate competition, stand up comedy, maguen competition, art and music, story telling, fashion show barang bekas, dan diakhiri dengan closing ceremony.

Unsyiah Fair ke-12 tidak hanya berlangsung di Event Hall dan Lobby utama gedung AAC Dayan Dawood saja, akan tetapi acara ini juga berlangsung dihalaman AAC Dayan Dawood yang tersedianya panggung kreasi dengan menampilkan berbagai kegiatan dari art and music seperti band, tari kreasi alam dan budaya, gitar solo, vocal solo, lukis, seni kriya, desain poster, cipta puisi, nasyid, bigboks, acustik, stand up comedy, dan dance cover.

Dalam panggung kreasi dihalaman AAC Dayan Dawood melibatkan masyarakat umum yang mana adanya penampilan dari siswa-siswi di Kota Banda Aceh yaitu dengan penampilan dance cover. Penampilan dance cover ini tentunya ada beberapa persyaratan tertulis yang telah dibuat oleh panitia untuk dituruti oleh pihak ataupun peserta yang akan tampil. Yang mana persyaratan tersebut seperti :
1. Peserta umum,
2. Maksimal penampilan 5 s.d 10 menit,
3. Solo Gitar dan Solo Vocal maximal 2 orang,
4. Membawa perlengkapan sendiri,
5. Berpenampilan yang sopan (Syariat Islam), dan
6. Mengirim demo video ke panitia.

Pada tanggal 7 November 2017 pukul 22.00 wib penampilan dance cover berlangsung dipanggung kreasi pada halaman AAC Dayan Dawood. Dance cover ini ditampilkan oleh siswa-siswi dari salah satu SMA di Kota Banda Aceh. Pada penampilan ini diluar dugaan dan kontrol serta diluar perencanaan dan kesepakatan bahwa yang ditampilkan melanggar kode etik yang berlandaskan syariat Islam.

Maka dengan telah terjadinya hal-hal yang dianggap melanggar syariat Islam, maka kami dari panitia pelaksana Unsyiah Fair ke-12 dengan ini memohon maaf sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan kekhilafan tersebut. Kami menyadari bahwa ini tidaklah terdapat kesalahan dari peserta akan tetapi ini kesalahan dari kami panitia pelaksana atas kejadian yang diluar kontrol kami. Oleh karenanya kami panitia pelaksana tentu tidak ada niat sedikitpun untuk melakukan hal-hal yang terburuk, akan tetapi niat kami untuk melakukan yang terbaik untuk mengharumkan nama Unsyiah. Tentunya tenaga panitia yang melaksanakan Unsyiah Fair dengan senang hati dan merasa sangat bangga dapat berkontribusi untuk Unsyiah.

Dan pada akhirnya kami Panitia Pelaksana Unsyiah Fair ke-12 dengan ini kami memohon maaf sebesar-besarnya atas kesalahan dan kecerobohan kami dari panitia atas kejadian tersebut. Semoga ini menjadi pembelajaran yang membangun sehingga kesalahan-kesalahan yang telah terjadi tidak akan terulang kembali dimasa yang akan datang.

Saya selaku Ketua Panitia Unsyiah Fair ke-12 tahun 2017 dengan ini mengucapkan terima kasih atas kontribusi dari berbagai pihak yang telah berkontribusi dan membantu Unsyiah Fair ke-12 tahun 2017 ini. Saya selaku Ketua Panitia Unsyiah Fair ke-12 tahun 2017 sekali lahi memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan kami dalam melaksanakan acara ini. Semoga ini menjadi pembelajaran terbaik untuk kami panitia memperbaiki diri kedepannya. Terimakasih.

Wassalamualaikum Wr Wb

Tertanda
Ketua Panitia UF XII 2017
Muhammad Suhail Ghifari

Facebook Comments

loading...

Tinggalkan Balasan