Kejari Asel Tahan Dua Tersangka Korupsi Pembangunan Lokasi Transmigrasi Despot Trumon

by

ADVOKASIRAKYAT.COM | ACEH SELATAN – Jaksa Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kejari Aceh Selatan Menahan tersangka korupsi pembangunan lokasi transmigrasi Despot Ujung Tanoh, Kecamatan Trumon, Kamis (18/01/2018).

 

Menurut Kasi Intel Kejari Aceh Selatan Ridwan Gaos Natasukmana, SH bahwa penahanan itu dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Selatan Nomor : PRINT- 01, 02/Fd.2/01/2018 tanggal 18 Januari 2018.

 

“Telah melakukan penahanan terhadap 2 (dua) orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi kegiatan pembangunan lokasi Transmigrasi Despot Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2015 yang bersumber dari dana APBN  Tahun Anggaran 2015,” terangnya.

 

Ia juga mengatakan, kedua tersangka itu ditahan selama 20 (dua puluh) hari kedepan dengan jenis penahanan Rutan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tapaktuan.

 

“Bahwa terhadap kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Subs. Pasal 3 UU RI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,” ungkapnya kepada advokasirakyat.com.

 

Ridwan juga menyampaikan, berdasarkan hasil penyidikan serta pemeriksan yang dilakukan terhadap para tersangka, penyidik berpendapat telah terpenuhi syarat-syarat penahanan yang diatur dalam Pasal 21 KUHAP.

 

“Perbuatan para tersangka diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun serta dikhawatirkan para tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi tindak pidana,” pungkasnya.

 

Sebelumnya, dalam kegiatan pembangunan Lokasi Transmigrasi Despot Ujung Tanoh Gampong Ujung Tanoh Kecamatan Trumon Kabupaten Aceh Selatan pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2015 dianggarkan sebesar Rp. 4.441.878.000 (empat milyar empat ratus empat puluh satu juta delapan ratus tujuh puluh delapan ribu rupiah) yang bersumber dari dana APBN.

 

Namun dalam pelaksanaan kegiatan tersebut di lapangan terdapat dugaan penyimpangan/penyelewengan dalam pelaksanaanya yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 323.159.545,45 (tiga ratus dua puluh tiga juta seratus lima puluh sembilan ribu lima ratus empat puluh lima rupiah koma empat puluh lima sen) sebagaimana hasil perhitungan BPKP Perwakilan Aceh.

 

Adapun dua orang tersangka tersebut adalah sebagai berikut Rifan Mailizar selaku Direktur Utama PT. Putra Buet Get yang merupakan kontraktor pelaksana Kegiatan Pembangunan Lokasi Transmigrasi Desa Ujung Tanoh Kecamatan Trumon Kabupaten Aceh Selatan pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2015 dan Drs. Syamsuar selaku Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Aceh Selatan yang merupakan PPK (pejabat pembuat komitmen) Kegiatan Pembangunan Lokasi Transmigrasi Desa Ujung Tanoh Kecamatan Trumon Kabupaten Aceh Selatan tahun 2015.[Rls]

Leave a Reply