Tidak Penuhi Tuntutan, Warga Tahan Mobil Sadcon PT. Medco Aceh Timur

by

Teks Foto: Pihak JEC sedang melakukan negonisasi dengan warga di Menasah Desa Blang Nisam, kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur. Rabu (07/06/17) sekitar pukul 22.00 Wib.

 

ADVOKASIRAKYAT.COM | Indra Makmur, Aceh Timur- Dianggap pihak perusahaan tidak menanggapi tuntuntan warga di Lingkar Tambang, ratusan Warga Indra Makmu lakukan aksi penahanan puluhan unit mobil perusahaan di CPP Blok A, milik PT.Medco E&P Malaka, di Desa Blang Nisam, kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur. Rabu malam (07/06/17) sekitar pukul 17.00 Wib

Informasi diterima Advokasirakyat.com, sekitar pukul 17.00 Wib sore warga melakukan aksi penahanan puluhan mobil para Subcon PT.JEC (Maencotraktor di CPP Blok A,red) lalu diarahkan untuk berkumpul ke pekarangan Menasah Desa Blang Nisam.

Aksi tersebut dilakukan berawal dari sejumlah pemuda Blang Nisam datang ke lokasi Komplek CPP Block A, guna melakukan protes terhadap aktivitas pekerjaan proyek di saat Shalat tarawih berlangsung dan juga memintak agar pihak perusahaan tidak melumburkan para tenaga kerja wanita hingga malam, karena diangap tidak sesuai dengan syariat Islam.

Selanjutnya pada pos penjagaan di pos pertema di lakukan negoisasi dengan pihak keamanan proyek dengan meminta kepada para pemuda yang melakukan aksi untuk tidak masuk kelokasi pada malam itu, lalu diminta untuk kembali pada esok pagi dengan mendatangkan datang beberapa perwakilan kampung untuk mengajukan protes tersebut kedalam CPP itu.

Kemudian pada tanggal 07 Juni 2017, perwakilan tokoh warga dengan berjumlah tujuh orang datang kelokasi komplek CPP, guna untuk melanjutkan aksi protes tersebut. Setelah mereka masuk di pos pertama mereka meminta untuk di jemput,  karena ketujuh perangkat desa tersebut tidak sangup jalan kaki ke kantor Medco dan JEC, karena mereka berpuasa dan terik matahari pun panas. Setelah beberapa lama mereka menunggu jemputan yang ditunggu tidak datang dan kembali kedesanya.

Terkait hal tersebut warga tidak menerima dan melakukan penahanan mobil perusahaan tersbut, yang bejumlah lebih kurang 20 unit mobil dengan tujuan agar pihak JEC melakukan negoisasi dengan masyarakat di Menasah Blang Nisam terkait aktivitas proyek di saat Shalat terawih berlangsung.

Selanjutnya sekitar pukul 22.00 wib selesai terawih pihak humas JEC datang ke Meunasah tersebut untuk menampung aspirasi atau tuntutan warga Lingkar Tambang. Adapun tuntutan tersebut adalah :

1. agar pihak perusahaan tidak bekerja pada saat sedang Shalat terawih selama bulan Ramdhan.

2. Meminta agar para pekerja perempuan tidak dilemburkan pada malam, atau tidak diperkerjakan hingga lewat pukul 17.00 sore.

3. Pihak perusahaan agar tidak melksanakan Shalat Jum’at di area CPP, sebelum ada fatwa dari ulama yang berwenang.

4. Memintak hargai adat dan aturan syariah yang ada, serta Reusam gampong.

5. Memintak dan menuntut keras agar dibubarkan forum keuchik segera mungkin, karena dianggap tidak bermanfaat bagi masyarakat.

6. Warga neminta agar perekrutan tenaga kerja lokal secara tranfaran dan jelas.

Selanjutnya sekitar pukul 23.30 Wib Pihak Polsek Indra Makmu melakukan pengeluaran mobil tersebut yang sempat di tahan oleh warga didalam perkarangan Menasah Desa Blang Nisam, lalu warga melakukan pembubaran. Dan dikabarakan besok-red warga akan melajutkan aksinya kembali. (Rom)

Leave a Reply