Tolak Reklamasi, Mahasiswa Dihabisi

ADVOKASIRAKYAT.COM, JAKARTA – Aliansi BEM Seluruh Indonesia Wilayah Jabodetabek-Banten malakukan aksi demonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta yang diikuti sekitar 300 masa dengan tuntutan “Rekalamasi Untuk Siapa”, Aksi ini diikuti dari beberapa mahasiswa dari kampus UNJ, PNJ, YARSI, STIE Hidayatullah, IPB, UNPAK, STEI Tazkia, POLIMEDIA, STT NF, dan STIE SEBI.Menurut Mereka Tangal 6 April Merupakan Hari Nelayan Nasional. Namun Kebijakan reklamasi bukanlah kebijakan pro-rakyat/nelayan. ” Katanya untuk Rakyat tapi nyatanya ? perlu diketahui bahwa harga tanah reklamasi per meter adalah Rp. 27.000.000. Lalu Rakyat mana yang mampu ? Nelayanmana yang mampu membelinya ? “.Pungkas Ihsan Munawwar Selaku Koordiantor Wilayah Jabodetabek-Banten BEM SI.

AKsi inipun berujung ricuh, Jumat (7/4/2017). Kericuhan terjadi setelah polisi meminta para mahasiswa membubarkan diri karena unjuk rasa berlangsung melebihi batas waktu yang diizinkan, yaitu pukul 18.00 WIB.

Kepala Bagian Operasi Polres Jakarta Pusat AKBP Asfuri menceritakan kejadian tersebut. Sempat terlihat mendekati koordinator aksi yang berdiri di atas mobil komando untuk berhenti berorasi dan membubarkan diri.

“Namun, salah seorang mahasiswa yang tengah berorasi malah membentaknya dan meminta polisi untuk bersabar. Mahasiswa itu beralasan akan memimpin doa penutup sebelum membubarkan diri,” kata Asfuri, Jumat (7/4/2017).

Sayangnya, saat itu langsung terjadi gesekan antara polisi dan beberapa mahasiswa di barisan paling belakang dan kericuhan lalu terjadi. Sejumlah anggota polisi terlibat baku hantam dengan beberapa mahasiswa.

Dari pantauan, ada tiga mahasiswa masing-masing ditempat berbeda dipukul dan ditendang dan diinjak-injak oleh sejumlah polisi. Beberapa diantaranya ada yang sempat berusaha menyelamatkan diri namun tetap ditarik dan kembali dipukuli dan ditendangi di atas rerumputan di depan jalan Balai Kota DKI Jakarta.

Kemudian kericuhan berhenti setelah mahasiswa berdiam diri dan para perwira polisi melerai dan meminta anggotanya menenangkan diri. Koordinator aksi pun meminta para mahasiswa dan mahasiswi berkumpul dan berjongkok di dekat mobil komando.

Akibat aksi ini, arus kendaraan bermotor di Jalan Medan Merdeka Selatan dari arah Gambir ke Bundaran Bank Indonesia (Patung Kuda) pun sempat tertutup selama beberapa menit. Arus kendaraan kembali dibuka setelah para mahasiswa dan mahasiswi pengunjuk rasa membubarkan diri.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa dan mahasiswi yang tergabung dalam Aliansi BEM Seluruh Indonesia Wilayah Jabodetabek-Banten ini berunjuk rasa mulai sekitar pukul 15.00 WIB di depan Balai Kota DKI Jakarta. Sekitar pukul 16.00 mereka sempat meninggalkan Balai Kota dam kembali datang sekitar pukul 16.00 WIB.

Dalam Hal ini Mereka menuntut Pemprov DKI melakukan transparansi informasi dan kajian terkait reklamasi teluk Jakarta dan menolak keras proyek reklamasi teluk Jakarta yang dinilai tidak mempunyai kepentingan rakyat di dalamnya.

“Kita tunjukkan kepada warga Jakarta bahwa hari ini kita membela masyarakat, bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam membela rakyatnya. Hidup mahasiswa. Gerakan mahasiswa tidak main-main. Satu langkah reformasi!! Reformasi!! Reformasi!!,” ujar P Ihsan Munawwar berorasi dari atas mobil komando.

Menurutnya, banding yang diajukan Pemprov DKI terhadap putusan sidang Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang memutuskan untuk memberhentikan proyek reklamasi pulau F, I, K dinilai tidak beralasan.

Pasalnya, kata dia, sampai sekarang Pemprov DKI masih mempunyai utang yang belum diselesaikan terkait persyaratan pembangunan proyek reklamasi teluk Jakarta seperti, Perda Zonasi yang belum selesai, Kajian lingkungan hidup strategis yang belum dilaksanakan dan kajian mengenai analisis dampak lingkungan (AMDAL) yang bermasalah.

Aksi ini mengeluarkan pernyataan sikap Sikap bahwa :

1. Menolak Keras Rekalamasi teluk Jakarta, Karan disinyalir tidak ada kepentingan didalamnya.
2. Menuntut Pemprov DKIuntuk melakukan transparansi informasi daj kajian terkait proyek reklamasi.
3. mengutuk tindakan resperatif aparat kepolisian terhadap gerakan Mahasiswa.

Pernyataan ini dinyatakan oleh Ihhsan Munawar atas Nama Aliansi BEM SI Koordinator Wilayah Jabodetabek-Banten melalui pres realisnya.(Muz)

Facebook Comments

loading…


Tags: , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: