Wajib baca ; Catatan untuk Calon Mahasiswa

by

 

ADVOKASIRAKYAT.COM | Lhokseumawe-, (18/04/2018)”Saat menjadi mahasiswa jangan hanya menjadi mahasiswa dalam ruang kelas, tapi jadilah mahasiswa di luar ruang kuliah”.{ Anis Baswedan | Mantan Menteri Pendidikan | Gubernur Jakarta }

Kemarin sebelum menjelang magrib saya mendengar kabar yang kedengarannya tak ubah suara desiran angin pagi menyentuh ranting pohon pinus di Gayo, menghadirkan kebahagiaan jika didengar menampilkan kesejukan dirasakan, inilah negeri Gayo yang takkan habis indah mu di ceritakan.

Jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( SNMPTN ) sudah di keluarkan pengumumannya oleh panitia pelaksana, wajah baru akan segera bermunculan di arena rumah nya para pencari, penggali dan bukan pencuri ilmu tepatnya adalah di Kampus, pasalnya mereka akan berdatangan biasanya dengan stelan yang rapi akan mengikuti prosesi pendaftaran ulang hingga nantinya mereka di tetapkan sebagai mahasiswa di Universitas pilihan masing-masing.

Tentu mereka akan sangat bahagia sekali saata sudah dinyatakan lulus seleksi SNMPTN apalagi memang Universitas dan jurusan adalah pilihan dari hati, kurang bahagia apalagi coba, akan tetapi dari cerita rekan penulis, masih ada juga anak yang sudah berumur lebih dari 17 tahun bingung milih jurusan apa dan katanya jurusan kuliahnya salah pilih jurusan.

Hal itu penulis harapkan jangan dan bahkan harapan terbesar penulis rekan sayalah orang yang terahir mengucapkan kalimat yang tidak segar itu.

Tips menjadi mahasiswa

Jangan menjadi mahasiswa yang hanya di dalam ruang kuliah, jadilah mahasiswa di luar ruang kuliah, ini mungkin adalah yang baru di pendengaran teman-teman calon mahasiswa, sebagaimana yang penulis pahami belajar tidak serta merta hanya di dalam kampus, banyak wadah atau tempat yang sesuai minat dan bakat teman-teman calon mahasiswa baru.

Apabila belajar hanya di dalam ruang kelas, Dosen hanya memberikan 20 % atau 25 % dari jumlah ilmu yang seharusnya di dapatkan 100 % nah, selebihnya kalianlah yang mencarinya, baik itu di taman baca, perpustakaan juga dunia organisasi.

Yang paling penting untuk kalian ketahui jangan jadikan organisasi sebagai alat pengkerdilan diri kalian, rekan penulis juga pernah mengatakan bahwa dunia organisasi hanya memperlambat anggota nya telat lulus atau menjadi mahasiswa abadi.

Penulis katakan itu salah, penulis ulangi itu salah, penulis pribadi saat bergabung di dunia organisasi nilai semakin meningkat, rekan-rekan (saudara) dan jaringan semakin meluas, artinya jika ada efek negatip terhadap anggota orgasnisasi berarti itu memang anggotanya yang salah.

Kemudia tips selanjutnya, jadika nilai rata-rata penerimaan Pasca Sarjana sebagai target kalian, minsal di Universitas Indonesia Pasca Sarjana minimal Indeks Prestasi (IP) 3.00, Nah jadikan itu sebagai target, artinya nilai setiap semester kalian harus lebih untuk tujuan Pasca Sarjana nanti jika kalian punya keinginan.

Jika tidak ada keinginan lanjut Pasca Sarjana, kemudian lihat minimal IP untuk seleksi kerja berapa IP yang di minta 2.75 minsalnya, jadikan itu target kembali. Artinya kehidupan mu harus di penuhi target dan terus target.

Kemudian manfaatkan kesempatan menempuh pendidikan ini sebaik-baik mungkin, bayangkan ratusan ribu siswa yang mendaftar Sekolah Dasar (SD) akan tetapi hanya puluhan ribu yang di terima di perguruan tinggi, jika kalian tidak memanfaatkan ini artinya tidakkah kalian merasa bersalah kepada mereka yang gagal kuliah karena kalah bersaing dengan kalian.??

Di ahir, mengutip kembali kalimat Anis Baswedan “IP yang tinggi hanya akan mengantarkan mu pada panggilan wawancara, kecapan komunikasi dan analikel thinking itu yang akan mengantarkan mu ke masa depan”.

Penulis meruapakan mahasiswa Antropologi universitas Malikussaleh, Lhokseumawe,Alumni SPMA, Ketua Umum HMI Komisariat Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Malikussaleh.

Leave a Reply